Dari Tuduhan Spons ke Harapan Mobil: Kisah Suderajat, Pedagang Es Gabus
Setelah badai fitnah dan banjir bantuan, harapannya sederhana: bisa jalan-jalan dengan keluarga.
Nama Suderajat belakangan ini ramai diperbincangkan. Ia hanyalah seorang pedagang es gabus berusia 49 tahun dari Bojonggede, Bogor. Tapi hidupnya berubah total setelah dua aparat dari TNI dan Polri mendatanginya. Mereka menuding keras. Katanya, es gabus yang ia jual itu terbuat dari spons cuci piring. Tuduhan itu langsung menyebar, viral di media sosial, sebelum sempat dibuktikan oleh laboratorium mana pun.
Hasil uji lab kemudian membuktikan dagangannya aman. Tidak ada spons. Tapi kerusakan sudah terlanjur terjadi. Trauma itu dalam. Suderajat mengaku takut keluar rumah untuk berjualan lagi. “Saya sih mau dagang es kue lagi,” ujarnya, “takutnya saya dua kali, empat kali. Takut digebuk pakai kayu atau apa itu. Entar saya mati konyol.”
Di sisi lain, ada kekhawatiran lain yang menggerogoti. Stigma. Ia khawatir anak-anak bakal mengenal dagangannya sebagai “es gabus racun”. “Takutnya diincar, takut dibilang es racun gitu. Takutnya, kan bocah-bocah begitu,” keluhnya.
Menanggapi ketakutan itu, Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras datang menjamin keamanannya. “Enggak (digebuk), kan sudah ada dijamin. (Tenang), kan enggak ada racunnya,” tegas Abdul. Bersamaan dengan jaminan itu, datang pula bantuan berupa satu unit sepeda motor dan sejumlah uang tunai sebagai modal. Penyerahannya dilakukan di kediaman Suderajat pada suatu sore di akhir Januari lalu.
“Alhamdulillah.”
Respon Suderajat saat ditanya soal banyaknya bantuan yang ia terima.
Namun begitu, ada satu hal yang mengejutkan. Dalam sebuah percakapan dengan para host di televisi, harapan sebenarnya Suderajat justru terungkap. Saat ditanya soal motor pemberian Kapolres, ia malah mengungkapkan kekecewaan halus.
“Saya tadinya mau minta mobil, tapi dapetnya motor,” ucapnya polos.
Jawaban itu sontak membuat studio riuh. “Kenapa jadi minta mobil?” tanya Ryan Ibram, tak menyangka.
“Mobil kan buat jalan-jalan sama keluarga. Maunya mobil, taunya dapetnya motor,” jelas Suderajat. Saat ditanya siapa yang akan menyetir, ia menjawab dengan singkat, “Kan sama anak, nyetir.”
Mendengar itu, Dewi Perssik yang hadir di situ pun mengingatkan dengan lembut. “Alhamdulillah, kalau bersyukur nanti rezeki lain datang lagi,” ujarnya sambil tersenyum.
Kisah Suderajat ini seperti rollercoaster. Dari titik terendah karena difitnah, naik karena mendapat perhatian dan bantuan, lalu diselingi harapan yang bagi sebagian orang mungkin terdengar tidak biasa. Di balik semua itu, yang tersisa adalah seorang pedagang kecil dengan trauma, harapan sederhana untuk keluarga, dan pelajaran pahit tentang betapa cepatnya kabar buruk menyebar.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor