Kasus di Boyolali ini benar-benar bikin hati miris. Seorang anak berusia enam tahun tewas, ibunya terluka, dan pelakunya justru orang terdekat. Kejadian di Desa Pengkol, Karanggede, itu menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar. Bagaimana bisa seorang tetangga berbuat sekejam itu?
Semua berawal pada Kamis, 29 Januari 2026. Rumah keluarga pengusaha sate yang merantau di Kalimantan, kita sebut saja P, mendadak jadi lokasi pembunuhan. Pelakunya, Agus (30), awalnya datang dengan alasan yang tampak biasa: mau bayar utang.
Istri P, D (33), yang sedang di rumah, menyambutnya. Menurut pengakuan Agus ke polisi, pintu pagar tak dikunci. Ia masuk dan memanggil nama D, yang sudah dikenalnya sebagai tetangga. Bahkan, percakapan awalnya terkesan normal. Agus sempat meminta nomor rekening untuk transfer.
"Dar, ini Bang Agus. Aku mau bayar utang," ujar Agus, seperti yang terekam dalam video pengakuannya.
Tapi situasi berubah drastis. Entah apa yang ada di pikiran Agus saat itu, tiba-tiba ia mencekik leher D. Ketakutan, D berusaha menenangkannya dengan mengatakan utangnya dianggap lunas.
"Gus, apa ini? Sudah, utangmu anggap lunas saja," kata Agus, menirukan ucapan D.
Sayangnya, kata-kata itu malah memicu hal yang lebih buruk. Agus seperti kehilangan kendali. Ia mengambil pisau cutter dan menyayat leher korban. Lebih mengerikan lagi, ia kemudian menyerang anak D, AO, yang masih kecil itu. Bocah malang itu ditemukan tewas dengan kepala tenggelam di bak mandi.
Setelah aksi brutalnya, Agus tak lupa merampas harta benda. Ia kabur membawa motor milik korban. Tapi pelariannya tak berlangsung lama.
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menyebut timnya bergerak cepat. Kurang dari 24 jam, Agus berhasil diamankan di Kudus. Motor korban juga berhasil disita.
"Syukur Alhamdulillah dalam kurun waktu kurang 1x24 jam, kami tim dari Polres (Boyolali) beserta dengan tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng telah berhasil mengungkap terduga pelaku dari peristiwa tersebut," jelas Kapolres Indra.
Lalu, apa sebenarnya motif di balik semua kekejian ini? Keluarga korban punya cerita. Ternyata, beberapa hari sebelum kejadian, D menagih utang pada Agus. Mungkin itulah pemicu kemarahannya.
W, salah seorang keluarga, mengungkapkan hubungan mereka selama ini sebenarnya baik-baik saja. Bahkan istri Agus sering main ke rumah korban. Mereka bertetangga dengan rukun. Itu yang bikin kejadian ini semakin tak masuk akal.
"Bahkan isterinya terduga pelaku ini sering main ke sini (rumah korban)," ungkapnya.
Korban selamat, D, kini masih berjuang di rumah sakit menanggung luka-lukanya. Sementara sebuah keluarga harus kehilangan buah hatinya, dan sebuah komunitas di dusun kecil itu pasti masih diliputi rasa trauma dan tidak percaya. Seorang tetangga berbalik menjadi algojo. Semua gara-gara utang piutang.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor