"Babe ngebohong sama saya," ucap Dedi dengan nada kesal. "Dia bilangnya ke saya cuma dikasih warisan Rp200 ribu. Sama saya nggak ada masalah, tapi bapak berdosa sama orang tuanya."
Di hadapan sang gubernur, Sudrajat pun akhirnya meminta maaf. Tapi bagi Dedi, permintaan maaf saja tak cukup. Ia ingin Ajat berubah dan belajar jujur.
"Aduh !!! Ternyata Babeh Ajat penjual es tidak pernah ngontrak, tapi menempati rumah sendiri," tulis Dedi di sebuah unggahan. "Saya tidak bermaksud menguliti dan mempermalukan tapi ada mentalitas yang harus diubah. Awas loh beh, banyak bohong itu banyak sial."
Meski kecewa, Dedi tetap memberikan bantuan. Hanya saja, penyerahannya dilakukan di depan ketua RW, sebagai bentuk transparansi. Sikap tegas tapi tetap adil ini langsung disorot netizen.
Banyak yang memuji langkah sang gubernur.
"Salah satu kunci orang sukses itu adalah JUJUR," tulis seorang netizen.
Yang lain berkomentar, "Babeh mencoba memanfaatkan situasi... Tp babeh salah orang, Pak Dedi sudah paham."
Ada juga yang menyoroti nilai moralnya, "Benerrrrrrr siapapun itu, mau kaya apa miskin, mau tua apa muda, ttep modal utama manusia adalah kejujuran."
Kasus ini mungkin akan segera redup. Tapi pesannya jelas: kejujuran tetap harga mati, bahkan di tengah badai viral sekalipun.
Artikel Terkait
Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Pemimpin Rendah Hati yang Baru Setahun Bertugas
Bayar Utang Berujung Maut: Bocah 6 Tahun Tewas Dibunuh Tetangga di Boyolali
Dari Tuduhan Racun hingga Impian Mobil: Kisah Pedagang Es Gabus yang Viral
Catherine OHara Meninggal Dunia Setelah Alami Gangguan Pernapasan