Di Auditorium Mutiara STIK Kebayoran Baru, suasana pagi itu tampak serius namun penuh semangat. Brigjen Dekananto Eko Purwono, Wakapolda Metro Jaya, berdiri memberikan pengarahan tegas. Acaranya adalah bimbingan teknis, atau bimtek, yang diikuti para personel pengemban fungsi lalu lintas dan SPKT se-Jabodetabek.
Kegiatan yang digelar Minggu lalu itu jelas punya tujuan utama: menguatkan kapasitas. Tapi bagi Dekananto, ada hal yang lebih krusial dibanding sekadar prosedur teknis. Ia berpesan keras agar pelayanan kepada masyarakat harus selalu humanis. Itu kuncinya.
"Perubahan masyarakat dan situasi saat ini berkembang sangat cepat," ujarnya.
Karena itu, tegas dia, seluruh jajaran harus punya kesamaan langkah. Baik dalam bertindak, berkomunikasi, apalagi saat melayani warga.
Pesan itu bukan tanpa alasan. Menurut Dekananto, fungsi lalu lintas dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) itu ibarat ujung tombak. Mereka yang paling sering bertatap muka langsung dengan publik. Interaksinya nyaris setiap hari.
Makanya, profesionalisme dan ketegasan saja tidak cukup. Harus diimbangi dengan sikap yang manusiawi dan komunikasi yang santun. Apalagi saat menangani orang yang datang ke kantor polisi biasanya sedang ada keperluan atau bahkan dalam tekanan.
Artikel Terkait
Pemimpin Tertinggi Iran Klaim AS dan Israel Alami Kekalahan di Pesan Nowruz
Semarang Tawarkan Oase Kopi dengan 50 Varian untuk Pemudik Lelah
Conte: Posisi Kedua Napoli di Tengah Krisis adalah Pencapaian Luar Biasa
Remaja Cianjur Diamankan Saat Takbiran Keliling Bawa Miras Oplosan