Di Auditorium Mutiara STIK Kebayoran Baru, suasana pagi itu tampak serius namun penuh semangat. Brigjen Dekananto Eko Purwono, Wakapolda Metro Jaya, berdiri memberikan pengarahan tegas. Acaranya adalah bimbingan teknis, atau bimtek, yang diikuti para personel pengemban fungsi lalu lintas dan SPKT se-Jabodetabek.
Kegiatan yang digelar Minggu lalu itu jelas punya tujuan utama: menguatkan kapasitas. Tapi bagi Dekananto, ada hal yang lebih krusial dibanding sekadar prosedur teknis. Ia berpesan keras agar pelayanan kepada masyarakat harus selalu humanis. Itu kuncinya.
"Perubahan masyarakat dan situasi saat ini berkembang sangat cepat," ujarnya.
Karena itu, tegas dia, seluruh jajaran harus punya kesamaan langkah. Baik dalam bertindak, berkomunikasi, apalagi saat melayani warga.
Pesan itu bukan tanpa alasan. Menurut Dekananto, fungsi lalu lintas dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) itu ibarat ujung tombak. Mereka yang paling sering bertatap muka langsung dengan publik. Interaksinya nyaris setiap hari.
Makanya, profesionalisme dan ketegasan saja tidak cukup. Harus diimbangi dengan sikap yang manusiawi dan komunikasi yang santun. Apalagi saat menangani orang yang datang ke kantor polisi biasanya sedang ada keperluan atau bahkan dalam tekanan.
"Sikap, tutur kata, dan komunikasi kita harus dijaga," jelasnya lagi. "Jangan sampai malah bikin masyarakat tidak nyaman atau tersinggung."
Namun begitu, dia juga tidak lupa mengingatkan hal lain. Soliditas internal dan integritas tiap personel wajib dijaga demi marwah institusi. Dia minta semua anggota bekerja dengan jujur, penuh tanggung jawab, dan menjauhi segala bentuk pelanggaran. Poin ini ditebalkannya.
Di akhir acara, Dekananto mengajak seluruh personel untuk bersama-sama membangun kepercayaan publik. Caranya? Melalui pelayanan yang baik, tutur kata yang sopan, dan tak lupa menerapkan prinsip senyum, sapa, salam.
"Kita harus mengambil hati masyarakat," imbuhnya. "Dari situlah kepercayaan publik terhadap Polri akan tumbuh dan terus meningkat."
Bimtek itu pun ditutup dengan harapan bahwa pesan-pesan sederhana namun mendasar itu benar-benar sampai. Bukan cuma di ruang auditorium, tapi terwujud di setiap lokasi pelayanan.
Artikel Terkait
Minyakita Hilang dari Pasar Kopro Tiga Bulan, Harga Minyak Goreng Lain Melonjak
Polres Bogor Bantah Narasi Pelaku Pencabulan di Gunung Putri Dibebaskan, Tegaskan Proses Hukum Berjalan
Amerika Serikat vs Australia Perebutkan Puncak Grup D Piala Dunia 2026
DPR Ungkap Efisiensi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp70 Triliun