Di tengah keramaian acara Haul ke-85 MH Thamrin di TPU Karet Bivak, Gubernur DKI Jakarta, Anung Pramono, menyempatkan diri untuk memberi penjelasan terkait isu kesehatan yang sedang hangat. Soal Super Flu, ia tegas menyatakan satu hal: Jakarta masih bersih dari penyakit itu. "Jadi untuk Super Flu sampai hari ini di Jakarta belum ada kasusnya," ujar Pramono, Minggu (11/1) lalu.
Pernyataan itu sekaligus menepis kekhawatiran yang mungkin beredar di masyarakat. Meski begitu, Pram tak lantas berpangku tangan. Ia mengaku sudah menginstruksikan jajarannya untuk bersiap-siaga.
"Saya sudah berkali-kali menyampaikan kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan, Bu Ani, untuk melakukan preventif, persiapan," katanya.
Koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI, menurutnya, telah diperkuat. Langkah-langkah antisipasi dan pencegahan digeber agar virus tersebut tidak sampai masuk dan merajalela di ibu kota. Intinya, semua upaya dilakukan agar Jakarta tetap aman.
Nah, soal vaksinasi, ada catatan penting dari gubernur. Vaksin untuk Super Flu saat ini masih berstatus komersial alias berbayar. Alasannya, vaksin ini belum masuk dalam program nasional dari pemerintah pusat.
"Bagi masyarakat yang ingin divaksin, memang vaksinnya masih vaksin berbayar karena memang belum menjadi program dari pemerintah pusat," jelas Pramono.
Tapi itu bukan halangan. Bagi warga yang merasa perlu dan ingin dapat perlindungan ekstra, akses untuk vaksinasi tetap terbuka. "Tetapi itu bisa menjadi preventif dan di Jakarta bisa melakukan itu," tambahnya. Poinnya, pilihan ada di tangan masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Pramono kembali menekankan status Jakarta yang masih bebas Super Flu. Harapannya sederhana: kondisi itu tetap terjaga.
"Sekali lagi, untuk Super Flu sampai hari ini Jakarta belum ditemukan, dan mudah-mudahan tidak ditemukan," tutupnya.
Artikel Terkait
NasDem Bone Kecam Pemberitaan Tempo Soal Wacana Merger dengan Gerindra
Arsenal Lolos ke Semifinal Liga Champions Usai Imbang Lawan Sporting
Nenek 85 Tahun Penjual Cilok Raih Impian Haji dari Tabungan Receh Harian
Mantan Satpam Bobol Rumah Majikan Usai Dipecat, Rugikan Rp40 Juta