Imlek 2026 tinggal menunggu waktu, tepatnya pada 17 Februari nanti. Di tengah hiruk-pikuk persiapan, ada satu hal yang selalu hadir: kue keranjang. Kue ini bukan sekadar camilan manis, lho. Ia menyimpan segudang harapan dan cerita yang diturunkan berabad-abad.
Dalam bahasa Mandarin, kue keranjang disebut nian gao. Kata gao yang berarti kue, bunyinya mirip dengan kata 'tinggi'. Nah, dari sini lah filosofi pertamanya muncul. Makan kue ini diharapkan membawa tahun yang "lebih tinggi" entah itu rezeki, jabatan, atau umumnya kehidupan yang lebih baik.
Rasa manisnya punya maksud sendiri. Kim Hin Jauhari, pemilik usaha kue keranjang Hoki di Depok, punya penjelasan menarik.
"Kue keranjang ini kan dibuat dari gula, ketan dan juga air. Jadi, dalam kue keranjang itu memiliki filosofi yang begitu erat dalam kehidupan kita," jelasnya.
Bagi dia, rasa manis itu adalah doa agar tahun baru diisi dengan hal-hal positif, dari rezeki hingga keharmonisan keluarga.
Kalau diperhatikan, teksturnya itu kenyal banget dan lengket. Susah dipotong! Tapi justru di situlah maknanya. Kelengketan itu dianggap bisa merekatkan hubungan antaranggota keluarga dan saudara. Makanya, menyantapnya bersama saat kumpul keluarga jadi momen yang spesial.
Artikel Terkait
Polisi Beri Motor ke Pedagang Es Gabus Usai Tudingan Spons yang Keliru
Purbaya Santai Hadapi Peringatan: Saya Tak Pernah Terima Duit
Duka di Cisarua: Dua Polisi Gugur Ditabrak Truk Saat Menuju Lokasi Bencana
Linggis Mana Linggis!: Teriakan Gubernur di Tengah Reruntuhan Longsor Cisarua