Di ruang rapat Komisi III DPR, Rabu (28/1) lalu, Ketua KPK Setyo Budiyanto buka suara. Ia mengungkapkan satu persoalan yang masih mengganjal: kurangnya sumber daya manusia. Rapat kerja di Senayan itu jadi momen bagi Setyo untuk menyampaikan curhatannya secara langsung di hadapan para wakil rakyat.
Menurutnya, urusan menangani perkara sebenarnya tak ada kendala berarti. Tapi soal jumlah orang, itu cerita lain. "Secara umum, penanganan perkara lancar," ujarnya. Namun begitu, ia mengakui keterbatasan SDM itu nyata adanya. Jumlahnya belum maksimal.
Persoalan tak berhenti di situ. Setyo juga menyinggung soal gaji yang ternyata tak seragam. Ada perbedaan mencolok antara pegawai lama dan pegawai baru. Belum lagi para pegawai yang diperbantukan dari instansi seperti kepolisian dan kejaksaan.
"Ini harus kami sampaikan," sebut Setyo, menjelaskan situasi yang berpotensi memengaruhi semangat kerja.
Di sisi lain, ada angin segar. KPK dikatakan telah intens berkoordinasi dengan Menteri Keuangan. Upaya itu membuahkan hasil. "Mungkin ini kabar gembira, urusan ini sudah selesai," kata Setyo dengan nada lega.
Ia berharap, mulai tahun 2026 nanti, disparitas gaji itu benar-benar hilang. Harapannya sederhana: menciptakan kesetaraan yang bisa memacu motivasi seluruh insan KPK.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi