Bagi banyak pekerja di kawasan industri, mendapatkan rumah yang layak dan terjangkau masih seperti mimpi. Pemerintah punya rencana untuk mengubah itu. Mereka mendorong penyediaan hunian bersubsidi yang lokasinya dekat dengan pabrik atau tempat kerja. Tujuannya jelas: meringankan beban hidup para buruh.
Soal ini, Kementerian Ketenagakerjaan menilai hunian bukan sekadar tempat berteduh. Itu adalah elemen kunci untuk kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Masalahnya, di samping upah yang kerap pas-pasan, punya rumah sendiri masih jadi hal yang sulit diraih.
Indra, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, membeberkan angka yang cukup mencengangkan. Katanya, tak sedikit pekerja yang harus merogoh kocek hingga 20 persen dari gajinya hanya untuk bayar sewa.
"Belum lagi persoalan jarak," ujarnya.
"Tempat tinggal yang jauh dari lokasi kerja bikin ongkos transportasi membengkak. Waktu di jalan juga jadi lebih lama, yang sebenarnya bisa digunakan untuk istirahat atau bersama keluarga," tambah Indra dalam pernyataan yang dirilis Rabu lalu.
Menurutnya, solusi strategisnya adalah membangun hunian bersubsidi di sekitar kawasan industri. Dengan begitu, pekerja bisa tinggal lebih dekat. Langkah ini sejalan dengan program besar pemerintah, yaitu 3 Juta Rumah, yang memang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.
Di sisi lain, pemerintah juga punya skema pembiayaan. Ada Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP yang menawarkan bunga rendah. Harapannya, cicilan jadi lebih ringan dan kepemilikan rumah bagi pekerja bukan lagi hal mustahil.
Upaya ini, jika berjalan baik, bukan cuma menghemat pengeluaran. Tapi juga bisa meningkatkan kualitas hidup jutaan pekerja di tanah air.
Artikel Terkait
Menteri PPPA Minta Maaf soal Usulan Gerbong Khusus Perempuan yang Dinilai Tak Sensitif Pascakecelakaan KRL
Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usul Pemindahan Gerbong Wanita Dinilai Tak Sensitif Pascakecelakaan Kereta
Gubernur Papua Tegaskan Tanah Masyarakat Depapre Tak Akan Dibeli untuk Proyek Pusat Perikanan
Mesir Gelar Latihan Perang 100 Meter dari Perbatasan Israel, Kerahkan Tank dan Rudal