Pria Lansia 70 Tahun Nyaris Diculik saat Olahraga Pagi di PIK, Polisi Periksa Enam Saksi

- Minggu, 14 Juni 2026 | 14:35 WIB
Pria Lansia 70 Tahun Nyaris Diculik saat Olahraga Pagi di PIK, Polisi Periksa Enam Saksi

Seorang pria lanjut usia berinisial GH, 70 tahun, nyaris menjadi korban percobaan penculikan saat tengah berolahraga pagi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara. Peristiwa yang terjadi pada Mei 2026 sekitar pukul 06.55 WIB itu kini tengah diusut polisi, dan enam orang saksi telah diperiksa untuk mengungkap kasus tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memeriksa seluruh saksi yang terkait dengan kejadian tersebut. “Korban, saksi sudah diperiksa semua. Saksi ada enam sudah diperiksa,” ujarnya saat dihubungi wartawan pada Minggu, 14 Juni 2026.

Akibat percobaan penculikan itu, korban mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh. Luka tersebut didapat saat korban bergelut dengan pelaku dan terjatuh ke aspal. Selain luka fisik, korban juga dilaporkan mengalami trauma, meskipun menurut polisi, kondisi kejiwaannya tidak terganggu secara berarti. “Luka lecet saja karena pas jatuh saat bergelut. Trauma ada tapi tidak terlalu,” kata Sampson.

Sementara itu, penyidik telah mengantongi identitas dua orang terduga pelaku. Namun, motif di balik percobaan penculikan tersebut masih terus didalami. “Dua terduga pelaku sudah teridentifikasi. Masih didalami motifnya,” tambah Sampson.

Peristiwa ini terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi dan sempat viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak sebuah mobil mengikuti korban yang sedang berjalan kaki di lingkungan tempat tinggalnya. Tak lama kemudian, seorang pria turun dari kendaraan dan langsung mendekati korban dengan maksud membawanya masuk ke dalam mobil.

“Pelaku mencoba menarik korban untuk memaksa masuk ke dalam mobil. Korban melakukan perlawanan sehingga pelaku tidak berhasil melakukan penculikan tersebut,” jelas Sampson.

Dalam rekaman CCTV, korban dan pelaku terlibat pergulatan sengit. Keduanya bahkan sempat terjatuh ke jalan saat terjadi tarik-menarik. Meski usianya sudah lanjut, GH terus melawan dan berteriak meminta tolong. Teriakan korban diduga membuat pelaku panik hingga akhirnya menghentikan aksinya dan melarikan diri dari lokasi kejadian.

“Korban dan pelaku sempat bergelut hingga jatuh. Karena korban melawan dan berteriak, pelaku terlihat ketakutan lalu meninggalkan lokasi,” ucap Sampson.

Polisi menyebut bahwa korban merupakan seorang karyawan swasta yang selama ini tidak pernah memiliki masalah dengan pihak lain. Ia juga tidak mengenali para pelaku. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polsek Metro Penjaringan untuk mengungkap jaringan dan motif di balik aksi percobaan penculikan tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar