Jababeka Kebut Target Marketing Sales Rp3,75 Triliun, Baru Terealisasi 32 Persen

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:30 WIB
Jababeka Kebut Target Marketing Sales Rp3,75 Triliun, Baru Terealisasi 32 Persen

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) masih harus bekerja keras untuk mencapai target marketing sales Rp3,75 triliun pada 2026. Hingga akhir semester pertama tahun ini, realisasinya baru sekitar 32 persen.

Dari target tersebut, Rp1,25 triliun ditargetkan dari kawasan industri di Cikarang dan wilayah lainnya. Perinciannya, Rp800 miliar dari penjualan lahan industri dan bangunan pabrik di Cikarang, serta Rp450 miliar dari penjualan properti residensial dan komersial di Cikarang (termasuk joint venture) dan lokasi lainnya. Adapun Rp2,5 triliun sisanya diharapkan berasal dari kawasan industri di Kendal.

Wakil Direktur Utama KIJA Budianto Liman mengatakan, perseroan juga terus memperbesar kontribusi pendapatan berulang melalui Pilar Infrastruktur. "Manajemen meyakini permintaan yang berkelanjutan dari tenant industri di kawasan Cikarang dan Kendal akan terus mendukung pertumbuhan jangka panjang pendapatan berulang dari utilitas, logistik, dan layanan pengelolaan kawasan," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Minggu (2/8/2026).

Marketing sales dari Pilar Pengembangan Lahan & Properti mencapai Rp1.187,6 miliar pada semester I-2026, atau setara 32 persen dari target marketing sales perseroan di 2026. Dari jumlah tersebut, Cikarang dan wilayah lainnya (termasuk joint venture) menyumbang 29 persen, terutama didorong oleh penjualan lahan industri seluas 3 hektare kepada perusahaan tekstil Indonesia dan 0,7 hektare kepada perusahaan importir bahan bangunan asal China.

Sementara itu, Kendal menyumbang 71 persen dari total marketing sales, didukung oleh penjualan lahan seluas 7 hektare kepada produsen baterai serta 9,7 hektare kepada produsen peralatan rumah tangga asal Indonesia.

Di sisi lain, kinerja keuangan perseroan pada semester I-2026 menunjukkan penurunan. KIJA membukukan rugi bersih sebesar Rp6,4 miliar, berbanding terbalik dengan laba bersih Rp627,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan konsolidasian juga turun 11 persen menjadi Rp2.436,5 miliar dari sebelumnya Rp2.726,4 miliar.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags