Video yang menunjukkan seorang pedagang es gabus dituduh menggunakan spons oleh aparat kini viral. Tak lama setelahnya, polisi mengakui kesalahan dan meminta maaf. Bahkan, Kapolres memberikan sepeda motor sebagai bentuk dukungan untuk korban.
Ribut-ribut bermula dari sebuah video yang membanjiri linimasa. Dalam rekaman itu, terlihat sejumlah oknum aparat gabungan polisi dan TNI menghampiri seorang pedagang es gabus. Mereka langsung menuding dagangannya mengandung bahan berbahaya, bahkan spons. Tudingan itu langsung memicu gelombang komentar warganet.
Tekanan dari publik rupanya tak bisa diabaikan. Akhirnya, oknum aparat yang terlibat mengakui mereka keliru dan menyampaikan permintaan maaf. Permohonan maaf itu disampaikan langsung oleh Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat.
"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Ikhwan.
Ia mencoba menjelaskan alasan di balik tindakannya. Katanya, itu adalah respons cepat atas laporan warga yang khawatir ada peredaran makanan tak sehat di sekitar mereka. Niatnya baik, ingin mengedukasi dan melindungi konsumen.
"Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya," jelasnya.
"Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," tambah Ikhwan.
Meski begitu, ia mengakui tindakannya terburu-buru. Ia menarik kesimpulan tanpa menunggu hasil pemeriksaan yang sah dari pihak berwenang. Proses klarifikasi dan verifikasi, seharusnya, dilakukan lebih dulu.
"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Suderajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau."
"Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami," ungkapnya.
Ia pun berjanji untuk lebih berhati-hati ke depannya. Komitmennya adalah mengedepankan prosedur yang tepat dan memastikan setiap informasi yang disebarkan telah diverifikasi secara ilmiah.
Di sisi lain, kisah ini punya akhir yang sedikit menghangatkan. Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, mendatangi rumah Suderajat di Bojonggede, Kabupaten Bogor. Kedatangannya bukan untuk memeriksa, melainkan memberikan bantuan.
"Dan hari ini, kami hadir di sini untuk bisa sedikit memberikan bantuan kepada beliau. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk usaha beliau. (Diberi) motor dengan sedikit modal usaha untuk beliau," ujar Abdul.
Bantuan itu disambut baik oleh Suderajat. Ia mengaku masih ingin berjualan es gabus lagi. Namun, rasa was-was masih menghantuinya. Ia takut dengan komentar negatif dan ancaman yang mungkin muncul pasca-video viral itu.
"Saya sih mau dagang es kue lagi, takutnya saya dua kali, empat kali, takut digebuk pakai kayu atau apa itu. Entar saya mati konyol," keluh Suderajat.
Kekhawatiran itu langsung direspons oleh Kapolres Abdul Waras. Ia meyakinkan Suderajat bahwa kondisinya aman dan ia bisa kembali berjualan seperti biasa.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor