"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Suderajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau."
"Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami," ungkapnya.
Ia pun berjanji untuk lebih berhati-hati ke depannya. Komitmennya adalah mengedepankan prosedur yang tepat dan memastikan setiap informasi yang disebarkan telah diverifikasi secara ilmiah.
Di sisi lain, kisah ini punya akhir yang sedikit menghangatkan. Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, mendatangi rumah Suderajat di Bojonggede, Kabupaten Bogor. Kedatangannya bukan untuk memeriksa, melainkan memberikan bantuan.
"Dan hari ini, kami hadir di sini untuk bisa sedikit memberikan bantuan kepada beliau. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk usaha beliau. (Diberi) motor dengan sedikit modal usaha untuk beliau," ujar Abdul.
Bantuan itu disambut baik oleh Suderajat. Ia mengaku masih ingin berjualan es gabus lagi. Namun, rasa was-was masih menghantuinya. Ia takut dengan komentar negatif dan ancaman yang mungkin muncul pasca-video viral itu.
"Saya sih mau dagang es kue lagi, takutnya saya dua kali, empat kali, takut digebuk pakai kayu atau apa itu. Entar saya mati konyol," keluh Suderajat.
Kekhawatiran itu langsung direspons oleh Kapolres Abdul Waras. Ia meyakinkan Suderajat bahwa kondisinya aman dan ia bisa kembali berjualan seperti biasa.
Artikel Terkait
Lebih dari Sekadar Rasa Manis: Filosofi Tersembunyi di Balik Kue Keranjang Imlek
Purbaya Santai Hadapi Peringatan: Saya Tak Pernah Terima Duit
Duka di Cisarua: Dua Polisi Gugur Ditabrak Truk Saat Menuju Lokasi Bencana
Linggis Mana Linggis!: Teriakan Gubernur di Tengah Reruntuhan Longsor Cisarua