Jakarta - Sebuah surat pribadi dari Megawati Soekarnoputri kini tengah menjadi perhatian. Mantan Presiden RI itu diketahui telah menyurati pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Megawati kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa lalu.
Intinya, Megawati menyampaikan ucapan selamat. Namun, konteksnya jauh lebih dalam dari sekadar formalitas diplomatik biasa. Surat itu ditulis di tengah situasi global yang memanas, khususnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Menariknya, Megawati justru melihat momen penuh tantangan ini sebagai bukti kemampuan Mojtaba Khamenei.
“Pemilihan ini berlangsung di tengah berbagai tantangan dan situasi yang tidak sepenuhnya kondusif,” tulis Megawati.
“Namun Yang Mulia telah mampu mendapatkan kepercayaan besar dari para ulama dan rakyat Iran.”
Nada suratnya terasa hangat, penuh rasa hormat, dan sarat dengan pesan politik dari warisan ayahnya, Bung Karno. Megawati seolah tak hanya berbicara sebagai mantan presiden, tetapi juga sebagai putri dari sang proklamator yang visi geopolitiknya masih relevan dibicarakan hari ini.
Ia kemudian menyinggung soal prinsip-prinsip Bung Karno. Persatuan nasional, kemandirian bangsa, dan penolakan terhadap segala bentuk imperialisme. Megawati menilai perjuangan Iran saat ini mencerminkan semangat yang sama. Bahkan, ia menyebut Iran mampu berdiri sebagai bangsa yang berdaulat di tengah tekanan sanksi ekonomi yang berkepanjangan sebuah pencapaian yang selaras dengan konsep Trisakti Bung Karno.
Artikel Terkait
JK Gelar Pertemuan Tertutup Bahas Defisit Anggaran Daerah
Korlantas: 25 Persen Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta, Fatalitas Kecelakaan Turun 45 Persen
Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman dan Program Intervensi Berlanjut hingga Lebaran
OJK Sempurnakan Aturan Keuangan Berkelanjutan untuk Perkuat Tata Kelola ESG