Banjir Karawang dan Polemik Rumah Panggung yang Viral
Video sebuah rumah panggung yang terendam banjir di Karawang tiba-tiba membanjiri linimasa media sosial. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, pun angkat bicara. Ia punya penjelasan sendiri soal sudut pengambilan gambar dalam video itu.
Banjir lagi. Belasan kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam air dalam beberapa hari terakhir. Kawasan permukiman warga berubah jadi lautan, dengan ketinggian air di beberapa titik disebut-sebut mencapai lebih dari tiga meter. Atap-atap rumah nyaris tak kelihatan.
Di tengah situasi itu, sebuah video menarik perhatian. Tampak rumah panggung yang konon dibangun Pemprov Jabar sebagai solusi hunian tahan banjir di Telukjambe ikut tergenang. Videonya cepat menyebar, memantik pertanyaan: kok bisa?
Menanggapi viralnya rekaman tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi langsung memberikan klarifikasi. Menurutnya, ada persoalan sudut pandang. “Silakan lihat videonya. Di sampingnya itu rumah yang saya bangun, itu masih bisa ditinggali,” ujarnya.
“Rumah-rumah yang terlihat tenggelam itu karena anglenya (sudut pandang) rumah di samping rumah panggung yang saya bangun.”
Dedi bersikukuh bahwa rumah panggung itu dirancang tinggi dan masih layak huni meski banjir melanda. Persoalannya, kata dia, kamera lebih fokus ke rumah-rumah biasa di sekitarnya yang terendam parah. Jadi, kesannya seluruh kawasan, termasuk rumah panggungnya, tenggelam sama rata.
Di sisi lain, Gubernur juga menyoroti soal penanganan banjir secara lebih luas. Sejak dilantik, ia mengaku sudah menawarkan program relokasi bagi warga di daerah rawan. Sayangnya, responsnya kurang menggembirakan.
“Saya sudah menawarkan relokasi sejak saya dilantik jadi gubernur, tapi mereka tidak mau.”
Bahkan, ia menyebut kesulitan mendapatkan data lengkap dari tingkat desa. “Saya sempat minta data semua rumah yang berada di daerah sana yang rawan banjir. Tapi kades tidak memberikan semuanya,” tutur Dedi.
Sementara itu, kondisi di lapangan memang cukup memprihatinkan. Menurut data terbaru dari BPBD Karawang, banjir kali ini merendam 26 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Jumlah warga terdampak mencapai belasan ribu orang, dengan ribuan rumah terendam air.
Ferry Muharam dari BPBD Karawang membeberkan, ketinggian air bervariasi dari 10 cm hingga 2 meter. Titik terparah ada di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Timur.
“Jumlah kecamatan yang terdampak banjir tercatat sebanyak 26 desa dari 12 kecamatan.”
Penyebabnya kompleks. Mulai dari hujan deras yang tak henti, luapan Sungai Citarum dan Cibeet, sampai banjir rob yang merangsek dari pesisir. Tim penanggulangan bencana kini berjaga 24 jam, mendistribusikan logistik darurat seperti makanan, minuman, dan selimut untuk warga yang mengungsi.
Polemik rumah panggung viral itu mungkin hanya satu sisi dari cerita yang jauh lebih besar. Di balik perdebatan sudut kamera, ribuan warga Karawang masih bertahan, menunggu air surut dan kembali ke rumah mereka yang mungkin masih basah dan penuh lumpur.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor