Pesan Terakhir Deden: Jaga Anak-Anak dan Doa yang Tak Pernah Terdengar

- Minggu, 18 Januari 2026 | 20:45 WIB
Pesan Terakhir Deden: Jaga Anak-Anak dan Doa yang Tak Pernah Terdengar

Kesedihan yang dalam kini menghantui Muksin. Ia adalah ayah dari Deden Maulana, salah satu dari sepuluh orang yang berada di dalam pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Sulawesi Selatan. Ingatannya akan percakapan terakhir dengan sang anak membuat air matanya tak lagi bisa ditahan.

Dua hari sebelum musibah, tepatnya Kamis lalu, mereka masih bertukar pesan singkat. Muksin memberi tahu bahwa istrinya, ibu Deden, sudah pulang ke Garut untuk kontrol kesehatan. Balasan dari Deden saat itulah yang kini terasa menusuk.

"Katanya 'oh iya abah, hati-hati aja, jaga anak-anak'," kenang Muksin pada Minggu (18/1/2026), suaranya tercekat.

Pesan sederhana itu kini terasa seperti sebuah perpisahan. Deden, yang tercatat sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), seolah sudah menitipkan amanah terakhir.

Namun begitu, ada satu hal yang mengusik batin Muksin. Sebuah kebiasaan yang tiba-tiba terputus. Setiap kali hendak bertugas keluar kota, Deden tak pernah lupa meminta restu dan doa keselamatan. Tapi untuk penerbangan fatal Sabtu kemarin, ponsel Muksin sama sekali tak berdering.

"Biasanya kalau dia mau berangkat dinas itu suka bilang, minta didoain. Yang kemarin enggak ada kabar, tahu-tahu kabarnya udah begini," tuturnya, masih tak percaya.


Halaman:

Komentar