Menurut Darfan, kerabat korban yang dihubungi media, pelaku berhenti sekitar tiga meter sebelum jalan besar. Kemungkinan besar dia takut dilihat orang banyak dan jadi sasaran amuk warga.
Dalam momen genting itu, pelaku melemparkan ponsel Jovita kembali.
Kondisi Jovita tentu memprihatinkan. Kakinya terluka dan berdarah akibat tergerus jalan aspal. Untungnya, tangan dan bagian tubuh lain tak cedera parah.
Darfan, yang baru pulang menjemput anaknya yang lain, kaget bukan main melihat Jovita di rumah dengan kondisi seperti itu. Luka di kaki gadis kecil itu masih diobati sampai sekarang.
Rekaman yang Bicara dan Langkah Hukum
Dari rekaman CCTV yang beredar, pelaku terlihat bertubuh besar dan diduga bertindak sendirian. Masuknya ke rumah terlihat lancar, seolah-olah dia tahu situasi. Rekaman itu juga dengan jelas menangkap momen pelaku kabur, dan Jovita yang berusaha bertahan.
Video itulah yang kemudian viral dan menyedot perhatian banyak orang. Simpati dan kekhawatiran mengalir deras.
Soal proses hukum, keluarga sudah melaporkan kejadian ini ke ketua lingkungan setempat. Untuk laporan resmi ke polisi, rencananya akan dilakukan.
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas pelaku. Investigasi masih berjalan. Kasus Jovita ini, di luar segala rasa iba, jadi pengingat keras bagi kita semua: keamanan lingkungan itu nomor satu. Jangan sampai ada korban berikutnya.
Artikel Terkait
Raphinha Jadi Penentu, Barcelona Rebut Piala Super Usai Duel Sengat di Jeddah
Polisi Kabur Usai Tabrak Motor, Dikejar Massa hingga Terjepit Macet
Polisi Deli Serdang Dibekuk Usai Gasak Motor Rekan Saat Salat
Petugas Kemenhub Bantah Pungli, Video Tuduhan ke Relawan Bantuan Aceh Jadi Sorotan