Ngeri! Bocah 9 Tahun Terseret Motor Saat Berusaha Halau Maling di Medan

- Senin, 12 Januari 2026 | 14:15 WIB
Ngeri! Bocah 9 Tahun Terseret Motor Saat Berusaha Halau Maling di Medan

Medan digegerkan oleh aksi nekat seorang anak kecil. Jovita, baru sembilan tahun, berani melawan pencuri yang masuk ke rumahnya. Kisahnya bikin hati miris sekaligus kagum.

Semua terjadi di Gang Perabot, Rengas Pulau, Medan Marelan, Sabtu siang tanggal 10 Januari lalu. Sekitar pukul sebelas lebih, suasana yang mestinya tenang tiba-tiba berubah mencekam.

Yang bikin ngeri, gadis kecil ini sampai terseret motor si pelaku. Kira-kira dua puluh meter! Kronologi kejadiannya sendiri, menurut penuturan keluarga, berawal cukup sederhana.

Siang yang Berubah Mencekam

Jovita baru pulang sekolah. Ia masuk rumah untuk ke kamar mandi. Saat itulah, seorang pria yang awalnya dikiranya ayahnya membuka pintu dan masuk.

Tapi ternyata bukan. Tanpa banyak basa-basi, pria itu langsung menyambar tas, uang seratus ribu, dan sebuah ponsel di ruang tamu. Sadar ada yang tak beres, Jovita keluar dari kamar mandi dan melihat aksi itu.

Naluri anak itu langsung bekerja. Daripada hanya terpaku, ia memilih mengejar. Pelaku yang buru-buru keluar rumah langsung menuju motornya yang diparkir di depan.

Jovita nggak mau menyerah. Ia berusaha merebut kembali barangnya, bahkan sempat memegang erat besi bagian belakang motor saat pelaku sudah mau kabur. Nah, di sinilah bahayanya.

Mungkin panik, pelaku malah gaspol. Motor melaju kencang, menyeret tubuh mungil Jovita di aspal. Sekitar dua puluh meter ia terseret, sebelum akhirnya si pelaku berhenti juga.

Menurut Darfan, kerabat korban yang dihubungi media, pelaku berhenti sekitar tiga meter sebelum jalan besar. Kemungkinan besar dia takut dilihat orang banyak dan jadi sasaran amuk warga.

Dalam momen genting itu, pelaku melemparkan ponsel Jovita kembali.

"Mungkin dia takut dimassa jadi ponselnya dikembalikan. Terus pulang lah anak sedangkan pelaku kabur," ucap Darfan.

Kondisi Jovita tentu memprihatinkan. Kakinya terluka dan berdarah akibat tergerus jalan aspal. Untungnya, tangan dan bagian tubuh lain tak cedera parah.

Darfan, yang baru pulang menjemput anaknya yang lain, kaget bukan main melihat Jovita di rumah dengan kondisi seperti itu. Luka di kaki gadis kecil itu masih diobati sampai sekarang.

Rekaman yang Bicara dan Langkah Hukum

Dari rekaman CCTV yang beredar, pelaku terlihat bertubuh besar dan diduga bertindak sendirian. Masuknya ke rumah terlihat lancar, seolah-olah dia tahu situasi. Rekaman itu juga dengan jelas menangkap momen pelaku kabur, dan Jovita yang berusaha bertahan.

Video itulah yang kemudian viral dan menyedot perhatian banyak orang. Simpati dan kekhawatiran mengalir deras.

Soal proses hukum, keluarga sudah melaporkan kejadian ini ke ketua lingkungan setempat. Untuk laporan resmi ke polisi, rencananya akan dilakukan.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak lingkungan setempat, namun belum ke polisi. Rencananya akan buat laporan kalau kondisi korban parah,” jelas Darfan lagi.

Hingga berita ini diturunkan, polisi belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas pelaku. Investigasi masih berjalan. Kasus Jovita ini, di luar segala rasa iba, jadi pengingat keras bagi kita semua: keamanan lingkungan itu nomor satu. Jangan sampai ada korban berikutnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar