Dedi Mulyadi Bantah Isu Telat Gaji, Ungkap Penyebab Gaji ASN Jabar Menyusut

- Rabu, 07 Januari 2026 | 16:15 WIB
Dedi Mulyadi Bantah Isu Telat Gaji, Ungkap Penyebab Gaji ASN Jabar Menyusut

Menurut Dedi, banyak ASN yang akhirnya hanya menerima sisa gaji sekitar Rp1 juta atau bahkan Rp500 ribu. Kenapa? Karena sebagian besar sudah dipotong untuk menutupi tunggakan atau cicilan pinjaman mereka di Bank Jabar Banten (bjb).

"Jadi memang walaupun tiap bulan gajian, gajinya ada yang Rp500 ribu, Rp1 juta, mereka memang sudah tidak menerima sesuai jumlah yang mereka miliki," papar mantan Bupati Purwakarta itu. Ia pun berpesan agar masyarakat tidak mudah menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya.

Sebelum pernyataan Dedi, Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman sebenarnya sudah lebih dulu angkat bicara. Herman memastikan bahwa gaji ASN telah dibayarkan tepat waktu. Meski saldo RKUD per 31 Desember lalu sangat kecil, pemerintah daerah sudah punya siasat dengan mengandalkan mekanisme DAU.

"Kita walaupun sisa Rp500.000, seiring DAU masuk, gaji lancar. Rp200 miliar sudah kita distribusikan gaji pegawai, enggak ada persoalan," kata Herman.

Dana sebesar Rp200 miliar itu bersumber dari transfer DAU pemerintah pusat di awal Januari. Herman juga menyebut kondisi keuangan daerah kini sudah jauh lebih baik.

"Dan di RKUD per hari ini Rp20 miliar. Ini dinamis seiring masuknya pendapatan," ucapnya.

RKUD sendiri, jelas Herman, adalah rekening resmi pemda yang fungsinya menampung semua penerimaan dan membayar seluruh pengeluaran. Mekanisme ini penting untuk menjaga transparansi.

Setelah urusan gaji ini dipastikan beres, Pemprov Jabar kini bernafas lega. Fokus mereka beralih ke program-program prioritas di tahun 2026 ini, terutama di bidang infrastruktur dan pelayanan publik.

"Dan kita akan sprint di awal tahun," pungkas Herman Suryatman.


Halaman:

Komentar