Akibat insiden memalukan ini, manajemen RSUD tak tinggal diam. Kedua oknum pegawai yang diduga kuat terlibat telah dibebastugaskan sementara menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
"Bahwa orang yang dicurigai tersebut kami rumahkan atau kami bebastugaskan, sehingga tidak mengganggu pelayanan," jelas Abdul Hakam, direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.
Langkah ini, menurutnya, bukan tanpa alasan. "Dan ini yang harus kami garis bawahi, ini akan memudahkan bagi kami (untuk pemeriksaan). Tidak ada conflict of interest, tidak ada ketakutan," paparnya.
Di sisi lain, ada fakta mencengangkan yang terungkap belakangan. Ternyata, peristiwa dalam video itu bukan kejadian baru. Kronologinya terjadi jauh di masa lalu, tepatnya pada tahun 2020 silam. Hanya saja, rekamannya baru beredar dan menjadi viral beberapa waktu terakhir.
"Kami baru tahu hari ini, memang dulu ada isu video tersebut tapi tidak keluar. Kami juga harus profesional," ungkap Abdul Hakam mengenai temuan ini.
Ia menegaskan komitmen rumah sakit untuk bersikap tegas. "Rumah sakit harus punya ketegasan kalau dirasa regulasi rumah sakit atau tata kelola kepegawaian salah, kami beri sanksi bisa ringan, sedang, berat," tandasnya.
Kini, kasus ini menunggu penyelesaian hukum dan internal. Sorotan publik masih tertuju pada proses pemeriksaan dan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada kedua pegawai tersebut.
Artikel Terkait
Gagal Tes Pramugari, Wanita Ini Nekat Terbang Pakai Seragam Palsu
Kritik Pedagang Telur Picu Gubernur Jabar Wajibkan Transparansi Anggaran di Medsos
Malam Tahun Baru Berdarah: Peluru Nyasar Lukai Mata Balita di Medan
Merah, Reuni, dan Harapan: Mengulik Makna di Balik Ritual Imlek 2026