Misteri Busa dan Ruam Merah: Satu Keluarga di Warakas Tewas Diduga Keracunan

- Minggu, 04 Januari 2026 | 10:30 WIB
Misteri Busa dan Ruam Merah: Satu Keluarga di Warakas Tewas Diduga Keracunan

Dugaan Sang Ahli

Di tengah vakumnya informasi resmi, seorang kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, memberikan pendapatnya. Melihat gejala yang muncul busa di mulut dan kulit yang melepuh Adrianus menduga keras racun yang terlibat adalah sianida.

"Ini nampaknya keracunan, tampaknya kalau dilihat ada busa lalu kemudian tubuh melepuh kemungkinan kena kimia seperti sianida yang kemudian lalu membuat tampilan tubuh seperti itu," kata Adrianus.

Namun begitu, dia sangat berhati-hati. Dia menekankan bahwa semuanya masih dugaan. Kepastian mutlak harus menunggu hasil lab. "Tapi dari segi kepastiannya itu menunggu pemeriksaan laboratorium dulu," lanjutnya.

Lalu, apa motif di baliknya? Adrianus memaparkan dua skenario yang mungkin. Pertama, pembunuhan berencana. Keluarga ini bisa saja diracun orang lain.

"Kalau kita bicara mengenai yang pertama karena diracun maka tentu perlu melihat situasi umumnya, apakah keluarga ini memiliki musuh, mungkin memiliki hutang yang tidak bisa dibayar, utang kontrakan sehingga ada orang yang ingin membunuhnya," tuturnya.

Skenario kedua lebih suram: bunuh diri massal. Mungkin karena tekanan hidup yang tak tertahankan.

"Yang kedua adalah bunuh diri, bunuh diri melalui minum racun atau makan sesuatu yang sudah ada racunnya di mana kemudian hal ini lalu dikonsumsi oleh anak dan ibunya bersama-sama," ujarnya.

Dalam skenario ini, sang ibu mungkin memutuskan untuk mengakhiri penderitaan bersama anak-anaknya. "Sehingga membuat sang ibu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena dia tidak ingin anak-anaknya menderita. Dia mengajak anak-anaknya untuk juga bunuh diri bersamanya," pungkas Adrianus dengan nada berat.

Informasi dari tetangga sedikit menguak latar belakang keluarga ini. Mereka Siti Solihah (50) dan anak-anaknya baru lima bulan mengontrak di Warakas. Kehidupan mereka tak mudah. Siti kerap bercerita kepada tetangga bahwa dia baru saja ditinggal suaminya meninggal dunia. Sebuah duka yang mungkin belum usai, sebelum tragedi yang lebih besar menyusul.


Halaman:

Komentar