Tragedi di Sebuah Kontrakan: Satu Keluarga Tewas Diduga Keracunan
Suasana mencekam masih menyelimuti kawasan Warakas, Jakarta Utara. Di sebuah rumah kontrakan sederhana, tiga nyawa melayang dalam satu peristiwa yang mengguncang. Seorang ibu dan dua anaknya ditemukan tewas, sementara satu anak lainnya bertahan dalam kondisi kritis. Polisi menduga kuat ini kasus keracunan. Tapi racun apa? Dan bagaimana cerita sebenarnya?
Semuanya berawal Jumat pagi itu, tanggal 2 Januari 2026. Seorang anak keluarga itu pulang kerja. Begitu pintu dibuka, pemandangan mengerikan langsung menyambutnya. Seluruh anggota keluarganya tergeletak tak bernyawa. Yang membuatnya semakin ngeri, dari mulut mereka terlihat busa.
Dia pun berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar langsung berkerumun dan menghubungi polisi.
"Keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi tiduran tapi mengeluarkan busa," ungkap AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara.
Tak cuma busa di mulut. Menurut polisi, ada ruam merah di beberapa bagian tubuh ketiga korban yang sudah tak bernyawa itu. "Ya itu juga masih dalam pemeriksaan ya. Artinya yang secara kasat mata memang ada ruam merahnya," lanjut Seno, sapaan akrabnya.
Kondisinya agak berbeda untuk korban yang selamat, Abdulah Syauqi Jamaludin (22 tahun). Mulutnya tidak mengeluarkan busa. Tim medis masih memeriksa apakah ada ruam serupa di tubuhnya. Saat ini, Abdulah masih berjuang di RSUD Koja.
"Itu masih kita lakukan pengecekan dan pemeriksaan juga oleh dokter," kata Seno. "Ya saat ini masih dalam perawatan juga, namun pelan-pelan juga kami lakukan interogasi kepada yang bersangkutan," tambahnya, menyiratkan upaya polisi untuk menggali informasi dari korban yang selamat.
Barang Bukti dan Penyidikan
Tim forensik dan penyidik pun turun tangan. Mereka mengolah TKP dengan cermat. Beberapa barang diamankan. Di antaranya, botol minuman dan bungkus sisa makanan yang tersisa di lokasi. Barang-barang bukti itu langsung dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik untuk diperiksa lebih lanjut.
"Sudah dilakukan olah TKP dan sedang dilakukan penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Metro Jakut dan Polsek Tanjung Priok," jelas Ipda Maryati, Kasi Humas Polres Jakarta Utara, pada Jumat siang. Maryati menegaskan, penyebab pasti kematian masih diselidiki. "Masih dalam penyelidikan," ucapnya singkat.
Artikel Terkait
Misteri Dentuman dan Cahaya Merah Menggantung di Langit Cianjur
Dedi Mulyadi Tegaskan Tarif Pajak Kendaraan Tak Naik di 2026
Sopir Pribadi Diduga Dalang Bocornya Video Intim Inara Rusli
Rekaman Pemerkosaan Jadi Senjata, Karyawati Dipaksa Kerja Tanpa Gaji 15 Tahun