Dedi Mulyadi Murka: Kelakuan Busuk di Balik Lahan Gundul Bandung

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 21:30 WIB
Dedi Mulyadi Murka: Kelakuan Busuk di Balik Lahan Gundul Bandung

Geram melihat kondisi lahan gundul di Bandung, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak segan menyebut ada "kelakuan busuk". Bahkan, ia sampai membandingkannya dengan zaman Belanda.

Semuanya berawal dari inspeksi dadakan yang dilakukannya. Dedi menyambangi lahan perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di Kabupaten Bandung. Pemandangan yang ia temui cukup memprihatinkan: banyak lahan yang terbuka dan gundul, tandus tak terurus.

Melihat itu, sang gubernur langsung meminta penjelasan Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Apa yang terjadi sebenarnya?

Dadang lantas menjawab. Menurutnya, pengosongan lahan itu adalah ulah dari PTPN sendiri.

“Lahan milik PTPN legal, tapi yang membongkarnya ilegal,” ujar Dadang Supriatna.

Dedi Mulyadi langsung menyambung. Ia menghubungkan kondisi itu dengan musibah yang pernah melanda.

“Berarti banjir kemarin bisa jadi penyebabnya dari sini,” timpalnya.

Namun begitu, Dedi tak berhenti di situ. Ia menduga ada praktik tak sehat di baliknya. Menurutnya, kelakuan PTPN yang menyewakan tanah justru membuat warga kalang kabut.

“Ini kan kelakuan PTPN juga awalnya, setelah diserang, rakyat nangis-nangis gak ada yang bantu,” imbuh Dedi.

Bagi dia, praktik sewa-menyewa lahan itu hanyalah sebuah trik. Sebuah kelakuan nakal dari oknum-oknum yang tega merusak alam.

“Pokoknya kelakuan busuk tinggalin yang merusak alam,” tegasnya.

“Pokokna didoakeun ku aing nu ngarusak alam Jawa Barat, kaluhur teu sirungan ka handap teu akaran. Siapa pun ya mau pejabat mau rakyat,” lanjut Dedi dengan nada kesal.

Setelah mengutuk oknum perusak alam, Dedi kemudian menyentil soal kepemimpinan di tubuh PTPN. Ia menyoroti Direktur Utama yang dinilainya tak berani memberi sanksi kepada anak buah yang bersalah. Di sinilah perbandingannya dengan Belanda muncul.

Menurut Dedi, dengan mengelola perkebunan, Belanda dulu mampu membangun ikon seperti Gedung Sate. Ironisnya, kini bangsa Indonesia justru terlihat menghabisi warisan yang sama.

“Kan kita nih dikasih amanah, jangan kalah sama Belanda mencintai negara,” ujar Dedi.

“Belanda mengurus PTPN bisa membangun Gedung Sate, bangsa kita menghabiskan tanah-tanahnya,” tandasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar