Analis Soroti Peluang Rebound IHSG, Ini Deretan Saham yang Bisa Jadi Andalan

- Senin, 08 Desember 2025 | 07:25 WIB
Analis Soroti Peluang Rebound IHSG, Ini Deretan Saham yang Bisa Jadi Andalan

IHSG berpeluang melanjutkan penguatan di perdagangan Senin ini. Catatan dari akhir pekan lalu memang kurang menggembirakan, indeks ditutup melemah tipis 0,09 persen ke level 8.632, dengan tekanan jual masih terasa. Tapi, ada harapan untuk rebound hari ini.

Analis dari MNC Sekuritas punya dua skenario. Skenario terbaik, IHSG disebut sedang berada di ujung gelombang (iii) dari gelombang [iii] dan berpotensi menguji level 8.709. Namun begitu, ada juga skenario terburuk yang perlu diwaspadai.

"Kalau skenarionya merah, koreksi IHSG bisa berlanjut untuk menguji zona 8.410-8.516. Ini dalam rangka membentuk gelombang (iv) dari gelombang [iii]," tulis tim riset tersebut dalam laporannya.

Secara teknis, support hari ini diperkirakan di 8.592 dan 8.553. Sementara itu, resistance ada di kisaran 8.709 dan 8.769. Nah, di tengah kondisi yang masih berbayang ini, beberapa saham justru mencuri perhatian analis. Berikut ini beberapa di antaranya.

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) - Rekomendasi: Buy on Weakness.

Saham ERAA naik 2,86 persen ke Rp432 kemarin, didorong volume beli yang solid. Pergerakannya bahkan berhasil menembus MA60. Analis melihat saham ini sedang berada di awal gelombang [iii] dari gelombang 1 dari gelombang (C).

Beli di area Rp416-Rp428. Target harga bisa diincar di Rp438 dan Rp448. Tapi, stoploss harus ditempatkan di bawah Rp406.

PT Indika Energy Tbk (INDY) - Rekomendasi: Spec Buy.

INDY menguat 1,33 persen ke Rp1.910, didampingi munculnya volume pembelian. Selama harga bisa bertahan di atas Rp1.870 yang sekaligus jadi level stoploss posisinya diperkirakan masih berada di bagian gelombang b dari gelombang (b).

Beli spekulatif di kisaran Rp1.885-Rp1.905. Target harga: Rp1.970 dan Rp1.995. Stoploss ketat di bawah Rp1.870.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) - Rekomendasi: Buy on Weakness.

Kenaikan INTP cukup signifikan, 2,60 persen ke Rp6.900. Volume beli masih ada, meski sudah mengecil. Posisinya diperkirakan sedang berada di bagian dari gelombang [iii] dari gelombang 5.

Rekomendasi beli saat melemah di rentang Rp6.600-Rp6.825. Target harga ada di Rp7.050 dan Rp7.325. Jaga stoploss di bawah Rp6.550.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) - Rekomendasi: Buy on Weakness.

PGEO melesat 4,74 persen ke Rp1.215 dengan volume beli yang muncul. Sayangnya, pergerakannya masih terbentur oleh resistensi MA200. Analis menilai saham ini sedang berada di awal gelombang 1 dari gelombang (3).

Beli di area Rp1.190-Rp1.210. Target harga cukup ambisius: Rp1.310 dan Rp1.415. Stoploss: di bawah Rp1.155.

Itulah sekelumit analisis untuk pasar hari ini. Semua rekomendasi tentu membawa risiko, jadi bijaklah dalam mengambil keputusan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar