Tabungan dalam mata uang asing di perbankan Indonesia terus mengalir deras. Tren kenaikan ini, menurut catatan LPS, sudah berlangsung cukup konsisten. Pemicunya tak lain adalah suku bunga menarik yang ditawarkan bank-bank untuk tabungan dolar AS.
Ferdinan D. Purba, Anggota Dewan Komisioner LPS, membenarkan hal itu. Data hingga September 2025 menunjukkan, baik jumlah rekening maupun nominal simpanan valas memang mengalami penguatan.
“Mengenai rekening dan simpanan valas, memang ada kenaikan DPK valas sebesar 3,73 persen,”
ujar Ferdinan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis kemarin.
Namun begitu, ada pergeseran yang menarik diamati belakangan ini. Suku bunga pasar untuk simpanan valas mulai menunjukkan tren penurunan. Bagi Ferdinan, ini adalah sinyal jelas: likuiditas valas di sektor perbankan kita sedang dalam kondisi yang sangat cair, bahkan bisa dibilang berlimpah.
Artikel Terkait
Pramono Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta hingga Akhir Januari
Kemang Utara IX Lumpuh, Warga Sudah Anggap Banjir Sebagai Rutinitas
Doktif Hadir di Polda dengan Infus dan Kursi Roda, Pemeriksaan Ditunda
Menaker Yassierli: Kenaikan Upah Minimum Tak Bisa Seragam, Patokannya KHL