MURIANETWORK.COM - Bank Sampah Sumber Mutiara Tangerang (BSSMT) berhasil meraih predikat Juara I dalam Lomba Kebersihan Tingkat Kota Tangerang. Penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah Kota Tangerang sebagai apresiasi atas sistem pengelolaan sampah yang efektif dan partisipasi warga yang tinggi di tingkat RW. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa langkah-langkah pengelolaan sampah berbasis komunitas dapat memberikan dampak signifikan bagi lingkungan.
Dari Komunitas, Untuk Lingkungan
Bank Sampah Sumber Mutiara Tangerang bukan sekadar tempat menabung sampah. Sejak didirikan pada 2022, lembaga ini telah berkembang menjadi pusat pembelajaran dan kolaborasi bagi warga RT 04/RW 08 Sudimara Barat. Melalui program MILAH MPM yang diinisiasi PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), berbagai kegiatan edukasi dan workshop digelar secara rutin. Tujuannya jelas: mengubah persepsi masyarakat bahwa sampah adalah sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, bukan sekadar limbah yang harus dibuang.
Kegiatan penimbangan sampah dan tabungan menjadi rutinitas yang membangun kesadaran kolektif. Perlahan-lahan, kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara mandiri mulai membudaya di kalangan warga. Perjalanan ini menunjukkan bahwa fondasi perubahan perilaku yang berkelanjutan seringkali dimulai dari ruang-ruang komunitas yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Penghargaan sebagai Bukti Dampak Nyata
Jerih payah konsisten warga dan pendampingan selama dua tahun akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Dalam lomba yang menilai sistem pengelolaan sampah skala RW, inovasi lingkungan, serta dampak nyata bagi sekitar, BSSMT berhasil keluar sebagai yang terbaik. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Tangerang, Drs. H. Sachrudin.
Tidak hanya bank sampahnya, MPMX selaku pendamping program juga menerima apresiasi khusus dari pemerintah kota atas kontribusinya. Dua penghargaan sekaligus ini mempertegas bahwa kolaborasi antara sektor korporasi, masyarakat, dan pemerintah lokal adalah kunci menciptakan solusi pengelolaan sampah yang efektif dan berdampak luas.
Komitmen Berkelanjutan dari Akar Rumput
Program MILAH MPM dirancang dengan pendekatan pemberdayaan yang menyeluruh. Fokusnya adalah pada edukasi, penguatan kapasitas, dan membangun kemandirian bank sampah komunitas. Model serupa juga telah dijalankan di area operasional perusahaan lainnya, seperti di Sidoarjo dan Malang, menunjukkan komitmen yang konsisten dan terukur.
General Manager Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas prestasi ini. Ia menekankan bahwa gerakan lingkungan paling kuat justru lahir dari inisiatif masyarakat sendiri.
"Kami percaya bahwa gerakan menuju keberlanjutan yang paling kuat adalah gerakan yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri. Kehadiran Bank Sampah Sumber Mutiara Tangerang menunjukkan bahwa ketika edukasi, kolaborasi, dan partisipasi warga berjalan bersama, perubahan nyata dapat tercipta," ungkapnya.
Lebih lanjut, Natalia menjelaskan bahwa prestasi ini adalah simbol optimisme. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperluas inisiatif serupa.
"Melalui penguatan program MILAH, MPMX berkomitmen untuk terus memperluas inisiatif edukasi, pemberdayaan, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, sehingga semakin banyak komunitas yang mampu mengelola sampah secara berkelanjutan dan berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berdaya bagi generasi mendatang," tutup Natalia.
Kisah Bank Sampah Sumber Mutiara Tangerang menjadi catatan penting di Hari Peduli Sampah Nasional. Ia mengingatkan bahwa di balik permasalahan sampah yang kompleks, solusi nyata justru seringkali dimulai dari halaman rumah kita sendiri, melalui gotong royong dan kesadaran yang tumbuh dari dalam komunitas.
Artikel Terkait
Guru Honorer Gugat Program Makan Bergizi Gratis ke MK, Mendikdasmen Bantah Potong Anggaran
Terdakwa Kasus Penghasutan Ungkap Kekerasan dan Prosedur Tak Jelas Saat Penangkapan
Ahli Gizi Rekomendasikan Jus Delima dan Teh Hijau untuk Turunkan Kolesterol Jahat
CFD Jakarta Tetap Digelar Selama Ramadan 2026 dengan Aturan Khusus