Ahli Gizi Rekomendasikan Jus Delima dan Teh Hijau untuk Turunkan Kolesterol Jahat

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 06:15 WIB
Ahli Gizi Rekomendasikan Jus Delima dan Teh Hijau untuk Turunkan Kolesterol Jahat

MURIANETWORK.COM - Tingginya kadar kolesterol LDL atau 'kolesterol jahat' seringkali tidak disadari, padahal kondisi ini merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Menurut data, sekitar 40% orang tidak mengetahui kadar LDL mereka yang sudah melewati batas aman. Padahal, kesadaran ini menjadi langkah awal untuk mengubah pola makan dan gaya hidup demi kesehatan jantung yang lebih baik. Salah satu strategi sederhana yang bisa diterapkan adalah memilih minuman pagi yang tepat, yang didukung oleh penelitian dan rekomendasi ahli gizi.

Jus Delima: Perlindungan dari Kerusakan Oksidatif

Di antara berbagai pilihan, jus delima menonjol karena kandungan polifenolnya yang tinggi. Antioksidan kuat ini memainkan peran penting dalam melindungi kesehatan pembuluh darah.

"Jus delima kaya akan polifenol, antioksidan kuat yang membantu melindungi kolesterol LDL dari kerusakan oksidatif, yang merupakan langkah kunci dalam pembentukan plak," jelas Ahli Gizi terdaftar, Karman Meyer, RDN.

Buktinya, sebuah studi terhadap orang dewasa paruh baya dengan berat badan berlebih dan dislipidemia menemukan, konsumsi sekitar satu cangkir jus delima setiap hari selama dua minggu mampu menurunkan kadar kolesterol LDL. Tak hanya itu, pada penderita hipertensi, buah delima juga menunjukkan potensi manfaat dalam membantu menurunkan tekanan darah.

Pilihan Lain untuk Pagi yang Lebih Sehat

Bagi yang mencari variasi, beberapa alternatif minuman sehat juga layak dipertimbangkan. Ahli gizi Ali McGowan, MS RD, merekomendasikan smoothie yang terbuat dari susu oat tanpa pemanis, beri-berian, dan biji chia. Kombinasi ini kaya akan serat larut yang dikenal baik untuk kesehatan jantung.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar