Fenomena kayu terbawa banjir sebenarnya bukan cerita baru di negeri ini. Polanya seringkali sama: penggundulan hutan di daerah hulu membuat tanah kehilangan daya serap. Saat hujan deras datang, tanah longsor dan material hasil tebangan pun ikut tersapu arus menuju hilir. Di Papua, kejadian seperti ini seharusnya jadi alarm yang keras. Sangat keras.
Ini bukan cuma soal kerusakan pemandangan atau putusnya sebuah jembatan. Ini soal pola. Alam sedang memberi sinyal, dan caranya dengan menyentuh langsung kehidupan warga: merusak infrastruktur, mengancam rumah, bahkan nyawa.
Warganet kini menuntut kejelasan. Mereka mendesak pemerintah, baik daerah maupun pusat, untuk membuka investigasi transparan. Asal-usul kayu-kayu itu harus diungkap. Apakah ini indikasi kuat praktik ilegal logging yang selama ini dikeluhkan? Banjir bisa disebut bencana alam, tapi ribuan gelondongan kayu mustahil muncul tiba-tiba dari langit.
Kejadian di Keerom ini lebih dari sekadar tontonan viral yang mengejutkan. Ini gambaran nyata tentang apa yang terjadi ketika keseimbangan alam diusik. Dan balasannya, selalu sampai ke kita.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor
Niat Main ke Tetangga, Bocah 4 Tahun Tewas dalam Karung Putih
Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Pemimpin Rendah Hati yang Baru Setahun Bertugas
Dedi Mulyadi Murka, Pedagang Es Gabus Viral Ketahuan Bohong Soal Kontrakan