"Kalau sekarang gak ada, besok," jawab Jon.
Dedi lalu menambahkan permintaan. "Boleh gak untuk pengiriman Sabtu, kirim ke Medan sama ke Aceh?"
Permintaan itu lagi-lagi diiyakan. Jon mengaku senang bukan main. Bagaimana tidak, barang dagangannya ludes diborong. Rupanya, Jon sendiri adalah korban banjir di Sumatra. Jadi, transaksi ini terasa lebih bermakna.
Aksi Dedi ini ramai jadi perbincangan warganet. Banyak yang memuji langkahnya.
"Noh rejeki hasil ngonten selama ini bukan hanya untuk rakyat Jawa Barat saja, buat rakyat Indonesia yang membutuhkan. Itulah komitmen belia," tulis seorang netizen.
Ada juga yang menyoroti keputusan cerdasnya berbelanja di Padang. "MasyaAllah KDM belanja di Padang bener2 gak kepikiran... ternyata utk membangkitkan ekonomi Padang. Bener2 cerdas pakai hati," komentar yang lain.
Bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatra Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memang parah. Data terakhir dari BNPB per 4 Desember 2025, korban jiwa sudah mencapai 836 orang. Pencarian korban hilang masih terus dilakukan, tanpa batas waktu yang pasti.
Di tengah situasi seperti ini, aksi Dedi Mulyadi mungkin cuma setetes air di lautan kebutuhan. Tapi caranya yang langsung, tanpa perantara, dan memutar ekonomi lokal, memberikan warna tersendiri pada bantuan bencana.
Artikel Terkait
Kengerian di Dusun Pengkol: Bocah Tewas Tenggelam, Ibu Kritis Usai Perampokan Sadis
Bayi Dibawa Naik Motor Sambil Dikepung Asap Rokok, Pasangan Ini Malah Amuk Saat Ditegur
Marco Grossi: Sang Pendiam di Balik iLovePDF yang Menolak Dikendalikan Investor
Pertikaian Gaji Picu Bentrok Pekerja Lokal dan TKA China di Proyek IPIP Kolaka