Kengerian di Dusun Pengkol: Bocah Tewas Tenggelam, Ibu Kritis Usai Perampokan Sadis

- Jumat, 30 Januari 2026 | 09:45 WIB
Kengerian di Dusun Pengkol: Bocah Tewas Tenggelam, Ibu Kritis Usai Perampokan Sadis

Sebuah perampokan dengan kekejaman yang sulit dicerna telah mengguncang sebuah dusun di Boyolali. Dukuh Pengkol, yang biasanya tenang, kini gempar. Di sebuah rumah yang agak terpencil, seorang bocah perempuan berusia enam tahun, Adisa Orlin, ditemukan tewas. Ibunya, Daryanti (33), selamat tapi dalam keadaan kritis, dengan luka parah di lehernya.

Peristiwa ini terjadi Kamis sore lalu. Suasana mencekam itu baru terunggu ketika paman korban, Ngatirin, mendapat telepon panik dari Purwanto, suami Daryanti yang sedang merantau di Kalimantan Barat untuk usaha satenya.

Purwanto, yang jelas ketakutan, memintanya segera mengecek kondisi istri dan anaknya di rumah.

"Istrinya (istri Ngatirin) dibel sama suaminya korban. Saya disuruh ke rumahnya sini, pokoknya gawat," kenang Ngatirin, suaranya masih terdengar bergetar saat menceritakan ulang.
"Istrinya gawat, gawat. Saya langsung ke sini," tambahnya.

Saat tiba, pemandangan yang ia lihat sungguh memilukan. Daryanti terbaring lemah, nyaris tak berdaya. Namun, di tengah penderitaannya, ia masih sempat meminta tolong. Ia menyuruh Ngatirin untuk menolong anaknya, Orlin, yang katanya ada di kamar mandi.

"Olin neng kamar mandi, Olin neng kamar mandi," ujar Ngatirin menirukan permintaan terakhir adik iparnya itu.

Dengan hati berdebar, ia menuju kamar mandi. Dan di sanalah ia menemukan hal yang paling mengerikan. Kepala Orlin terendam dalam sebuah ember berisi air. Ngatirin segera mengangkat tubuh kecil itu, berharap masih ada tanda-tanda kehidupan.

Tapi harapannya pupus.

"Namun begitu diletakkan di lantai, sudah nggak bernyawa," katanya terbata-bata.

Setelah menyadari keponakannya telah tiada, Ngatirin berbalik menolong Daryanti yang kondisinya semakin kritis. Wanita itu pun dilarikan ke RSUD Simo untuk pertolongan medis darurat.

Menurut keterangan, rumah keluarga Purwanto ini cukup besar dan terpencil, dikelilingi kebun jati. Jaraknya yang jauh dari tetangga membuat tak seorang pun mendengar kejadian berlangsung. Kebetulan, anak pertama mereka selamat karena masih berada di sekolah saat tragedi terjadi.

Kepala Desa Pengkol, Suripno, mengonfirmasi kabar ini. Ia mendapat laporan dari Ketua RT dan langsung mendatangi lokasi. Saat tiba, polisi dari Polsek Klego dan Karanggede sudah lebih dulu ada di sana, mengamankan TKP dengan garis polisi.

"Saya dengar kabar itu ada perampokan di Pengkol. Saya telepon sama Pak RT itu benar. Terus saya ke sana, dari Polsek Klego, Polsek Karanggede sudah di situ," ujar Suripno.
"Anak meninggal, ibunya kritis," lanjutnya singkat.

Suripno juga mengenang Daryanti sebagai warga yang baik dan aktif di kegiatan masyarakat. Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki motif dan pelaku di balik perampokan sadis yang merenggut nyawa seorang anak kecil ini. Investigasi terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran dan menangkap orang-orang yang bertanggung jawab.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler