Bantuan untuk korban banjir dan longsor di Sumatera Utara datang dari berbagai penjuru. Salah satunya dari Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan, Agus Andrianto. Kali ini, bantuan yang dikirimkan berupa kain kafan untuk pemulasaran jenazah. Barang-barang penting ini kemudian dititipkan kepada Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur Sumut untuk disalurkan.
Penyerahannya dilakukan di Jalan Raja Johannes Hutabarat, tepatnya di Desa Airaja Hutagalung, Siatas, Tapanuli. Di sana, bantuan itu diterima langsung oleh dua orang: Jefri Simanjuntak yang berprofesi sebagai penggali kubur, dan Nurlediah Hutagalung yang bertugas sebagai bilal mayit.
Proses serah-terimanya dipimpin oleh Ketua Umum paguyuban, Pusman. Ia tak sendirian; Reja Berutu, yang menjabat Kabid Logistik, turut mendampingi.
Dengan suara lirih, Pusman menyampaikan belasungkawa.
"Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," ujarnya.
Menurutnya, aksi sosial semacam ini bukan sekadar ritual belaka. Ini adalah bentuk penghormatan mendasar pada kemanusiaan para korban. Di sisi lain, ini juga jadi bukti tanggung jawab moral paguyuban mereka terhadap warga yang sedang berduka dan membutuhkan uluran tangan.
Nah, bantuan dari Menteri Agus ternyata tak cuma kain kafan. Ada juga bantuan lain yang sifatnya mendukung kehidupan sehari-hari. Dua unit traktor tangan atau alsintan diserahkan kepada para penggali kubur dan bilal mayit yang sehari-harinya juga berprofesi sebagai petani. Bantuan alat pertanian ini dimaksudkan untuk menguatkan ketahanan pangan di wilayah mereka.
Rasa syukur pun diungkapkan oleh para penerima.
"Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Jenderal Purnawirawan Agus Andrianto selaku Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan, yang telah memberikan alat ini kepada kami dalam rangka Ketahanan Pangan di Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Sumut," tutur salah seorang penerima.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Residivis Pembunuh Bocah 11 Tahun di Sragen demi Kuasai Harta Korban
BMKG Peringatkan Musim Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Kering, Puncak Kekeringan di Agustus
TAUD Nilai Vonis Ringan Empat Tentara Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Bukti Impunitas
Bus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek Km 38, Lalu Lintas Sempat Macet