Istri Fahmi Bongkar Awal Mula Suaminya Berselingkuh dengan Inara Rusli

- Rabu, 26 November 2025 | 06:05 WIB
Istri Fahmi Bongkar Awal Mula Suaminya Berselingkuh dengan Inara Rusli

JAKARTA - Wardatina Mawa akhirnya angkat bicara. Lewat keterangan pers yang disampaikan belum lama ini, istri sah Insanul Fahmi ini mengungkap fakta baru tentang bagaimana awal mula hubungan suaminya dengan Inara Rusli.

Menurut Mawa, segalanya berawal dari urusan bisnis. "Rekan bisnis. Berawal dari rekan bisnis," ujarnya singkat pada awak media.

Dia kemudian menambahkan detail waktu. "Setahu aku dari Juli akhir kalau gak salah tuh ada rekan bisnis," tuturnya lagi.

Namun begitu, hubungan mereka tak berhenti di situ. Dari sekadar rekan bisnis, perlahan berubah menjadi teman kajian. Mereka kerap bertemu dalam berbagai agenda keagamaan.

"Teman kajian," kata Mawa menyebutkan aktivitas lain yang dijalani Fahmi dan Inara.

Kini, Mawa sudah mengambil langkah tegas. Dia telah melaporkan suaminya sendiri bersama Inara Rusli ke Polda Metro Jaya. Untuk memperkuat laporannya, Mawa menyerahkan rekaman CCTV kepada penyidik.

Rekaman itu diduga berisi bukti perselingkuhan antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli. Dalam deskripsinya, Mawa menyebut apa yang dilakukan mereka sebagai zina besar.

Rasa sakit dan kecewa jelas terasa dalam setiap katanya. Bagaimana tidak, orang yang paling dipercayainya justru menjadi sumber luka terdalam. Suami yang seharusnya melindungi, malah menghancurkan hatinya.

"Honestly, tidak ada seorang istri yang sangat menerima suaminya berhubungan seperti itu dengan perempuan lain," ujar Mawa dengan suara berat.

Dia melanjutkan, "Sebenarnya, najis banget, naudzubillah min dzalik. Istri mana pun gak ada yang sanggup melihat begitu."

Dalam podcast Denny Sumargo yang tayang Rabu (26/11/2025), Mawa menyimpulkan dengan kalimat pedih: "Ini benar-benar pengkhianatan dalam rumah tangga."

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar