Pasangan Bawa Bayi Naik Motor Sambil Merokok, Malah Amuk Saat Ditegur
Sebuah video yang beredar di media sosial memicu kemarahan. Adegannya terjadi di jalanan Palmerah, Jakarta Barat, dan melibatkan sebuah pasangan suami istri yang naik motor bersama bayi mereka.
Menurut informasi, kejadian ini sebenarnya berlangsung pada pertengahan Januari lalu, tepatnya hari Jumat. Tapi rekamannya baru ramai diperbincangkan belakangan ini. Lokasinya di kawasan yang padat, dari Palmerah menuju Slipi.
Yang bikin banyak orang geleng-geleng, selain membawa bayi, keduanya terlihat jelas sedang merokok. Helm? Tidak dipakai. Bahkan plat nomor motornya pun tidak terpasang. Sebuah pemandangan yang, jujur saja, sudah memicu kekhawatiran sejak awal.
Nah, melihat kondisi itu, seorang pengendara lain pun mencoba menegur. Niatnya baik, semata-mata mengingatkan. Tapi respon yang didapat sungguh di luar dugaan.
"Di motor enggak boleh ngerokok bro. Abunya kena orang," ujar si pemberi teguran, seperti terekam dalam video.
Bukannya mengangguk atau minta maaf, pasangan itu malah melirik sinis. Sang suami lalu membalas dengan nada menantang. "Ya emang kenapa?" katanya, sambil terus berkendara.
Ketegangan ternyata tidak berhenti di situ. Di depan Pasar Palmerah, si pengingat tadi menyiramkan air dari botol ke arah tangan sang istri yang masih memegang rokok. Mungkin karena kesal atau ingin rokoknya padam. Tindakan ini justru jadi pemicu ledakan emosi.
Pasangan itu langsung naik darah. Sang suami memotong laju motor si pemberi teguran, disertai teriakan kasar dan ancaman yang mencemaskan.
"Gua anak sini, lo gua matiin ya di sini!" teriak pelaku pria.
Istrinya berusaha menenangkan, tapi sekaligus menyalahkan tindakan penyiraman air tadi. "Abang juga sih, ngapain pakai begitu-begitu?" ucapnya.
Namun bukannya reda, suaminya malah memukul. Cekcok fisik pun terjadi. Dalam situasi memanas itu, pelaku pria disebut-sebut mencatut nama seorang anggota kepolisian, seolah punya 'backing'.
"Anak mana sih lu? Lu polisi emang gua tanya? Gua panggilin Pak Joko nih ya," ancamnya.
Soal viralnya video ini, Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora sudah mengonfirmasi. Memang kejadiannya tanggal 16 Januari, tapi videonya baru menyebar luas sepuluh hari kemudian.
Korban, kata Gomos, sudah melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Jalur hukum sudah ditempuh.
"Saya sudah cek, korban sudah membuat LP tanggal 16 Januari lalu. Tapi videonya viralnya baru kemarin," jelas Gomos.
Soal nama 'Pak Joko' yang disebut pelaku, Gomos membenarkan bahwa itu adalah nama salah satu anggotanya. Tapi apakah ada hubungan khusus dengan pelaku? Itu masih ditelusuri.
"Nanti kami akan segera tanyakan kepada Pak Joko, apakah yang bersangkutan mengenal pelakunya atau tidak," tandasnya. Mungkin nama itu hanya dicatut begitu saja di tengah emosi yang meluap. Atau ada hubungan lain? Kita tunggu hasil pemeriksaan polisi.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor