Marco Grossi: Sang Pendiam di Balik iLovePDF yang Menolak Dikendalikan Investor

- Kamis, 29 Januari 2026 | 17:15 WIB
Marco Grossi: Sang Pendiam di Balik iLovePDF yang Menolak Dikendalikan Investor

Marco Grossi: Kisah Pendiri iLovePDF yang Berbeda

Di dunia startup yang kerap diwarnai gembar-gembor pendanaan miliaran dan ambisi go-public, ada sosok yang memilih jalan lain. Marco Grossi. Namanya mungkin tak setenar CEO teknologi lainnya, tapi produknya, iLovePDF, justru dipakai ratusan juta orang di seluruh dunia. Yang menarik, pria ini membangun kerajaannya tanpa investor, dan lebih memilih naik sepeda ke kantor ketimbang pamer gaya hidup mewah.

Kisahnya memang jauh dari tipikal.

Darah Digital dan Jejak Pendidikan

Latar belakang Grossi sendiri sudah multikultural. Lahir di Barcelona dari ayah asal Milan dan ibu Spanyol, ketertarikannya pada dunia digital tak lepas dari pengaruh sang ayah. Ayahnya adalah seorang web designer generasi awal, yang sudah berkutat dengan situs web sejak tahun 90-an. Lingkungan itulah yang membentuknya.

Setelah menempuh pendidikan di Italian School, Grossi melanjutkan studi di Universitat Politècnica de Catalunya (UPC) antara 2003 hingga 2006. Di sana, ia mempelajari banyak hal: multimedia, fotografi, pemrograman, sampai marketing. Ilmu yang kelak menjadi pondasi penting.

Perjalanan Panjang Sebelum Fenomena

Sebelum iLovePDF menjadi fenomenal, Grossi adalah web developer biasa. Ia menghabiskan pertengahan tahun 2000-an dengan bekerja di berbagai perusahaan di Barcelona. Tugasnya beragam, dari mengembangkan situs, menangani kampanye digital, hingga mengelola server Linux.

Ia pernah menjadi web developer di DISSENY I GRAFISME S.C.P., lalu di SAS prefabricados de hormigón SA. Bahkan sempat mendirikan dan mengelola bisnis Yatellamaremos–Yatecasting. Dalam fase ini, ia banyak bergelut dengan pemrograman PHP dan manajemen proyek web. Pengalaman teknis yang solid ini ternyata menjadi bekal berharga.

Lalu, titik baliknya datang di tahun 2010. Saat itu, ia menghadapi masalah yang sepele: butuh memotong dan menggabungkan file PDF tanpa harus merogoh kocek untuk software berbayar yang mahal. Alih-alih mengeluh atau mencari alternatif, naluri teknisnya muncul. Ia pikir, "Ini kan sebenarnya bisa dibuat sendiri."

Dari kebutuhan pribadi yang sederhana itulah iLovePDF.com lahir. Awalnya cuma satu halaman website dengan satu fungsi: menggabungkan PDF secara gratis. Tak ada rencana besar. Tak ada strategi pemasaran yang heboh. Bahkan, tak ada investor sama sekali. Platform itu tumbuh perlahan, mengandalkan satu hal: kegunaannya yang nyata.

Menolak Investor dan Menjaga Kendali


Halaman:

Komentar