Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pasti tak menyangka. Simpatinya yang tulus pada Suderajat, si tukang es gabus yang sempat viral, berakhir dengan kekecewaan. Pasalnya, pria 50 tahun itu ternyata membohonginya.
Ceritanya berawal dari video yang menyebar luas. Suderajat dituduh menjual es mengandung spons oleh aparat di Kemayoran. Tapi, hasil pemeriksaan justru membuktikan es itu aman. Dua oknum itu pun minta maaf dan kena sanksi.
Gara-gara kejadian itu, Jajat sapaan akrabnya banjir simpati. Bantuan pun mengalir, termasuk dari Dedi Mulyadi.
Namun begitu, di balik itu, ada kebohongan yang ia simpan.
Di hadapan sang Gubernur, Jajat mengaku hanya tinggal ngontrak. Ia bahkan bercerita pilu soal warisan.
"Gini pak, saya punya rumah dijual sama orang tua saya di Mangga Besar. Rp 40 juta zaman dulu, tapi saya cuma dikasih Rp 200 ribu. Saya dibohongin," katanya, seperti dikutip dari TribunnewsBogor, Jumat (30/1/2026).
Kata dia, orang tuanya beli rumah lagi di Bogor, lalu dijual adiknya. Alhasil, ia terpaksa ngontrak di Citayam dengan bayaran Rp 850 ribu sebulan bersama keluarga.
Tapi, menurut sejumlah saksi di lapangan, ceritanya melenceng jauh.
Ketua RW setempat membenarkan, Suderajat sudah hampir dua puluh tahun menempati rumah sendiri di Rawapanjang, Bogor. Bukan kontrakan. Rumah itu pemberian orang tuanya, meski kondisinya memang kurang layak dan sedang dapat bantuan perbaikan.
Mendengar penjelasan ini, Dedi Mulyadi langsung kesal. Rasanya, ia telah dibodohi.
"Babeh bilangnya ngontrak, bohong sih. Beh, kenapa sih babeh bohong terus?" tanya Dedi.
"Minta maaf, minta maaf," jawab Jajat.
"Bukan urusan minta maaf. Babeh gak boleh bohong. Jadi babeh rumah sendiri?" desak Dedi.
"Tapi hancur rumahnya," timpal Jajat berkelit.
Si Ketua RW pun menegaskan, tanah dan rumah itu memang warisan. Padahal, sebelumnya Jajat mengaku cuma dapat Rp 200 ribu dari penjualan rumah orang tuanya.
Dedi pun mengingatkan. Masalahnya bukan sekadar bohong padanya, tapi juga pada orang tua yang sudah memberinya tempat tinggal.
"Gak apa-apa sama saya gak masalah. Tapi babeh berdosa sama orang tuanya. Orang tuanya udah ngasih rumah, tapi sama babeh bilangnya gak dikasih," ucap Dedi dengan nada kecewa.
Jelas sekali. Di balik narasi pilu yang sempat menyentuh banyak hati, ternyata ada fakta yang sengaja dipelintir. Dan Gubernur Dedi Mulyadi yang jadi salah satu korbannya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu