Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pasti tak menyangka. Simpatinya yang tulus pada Suderajat, si tukang es gabus yang sempat viral, berakhir dengan kekecewaan. Pasalnya, pria 50 tahun itu ternyata membohonginya.
Ceritanya berawal dari video yang menyebar luas. Suderajat dituduh menjual es mengandung spons oleh aparat di Kemayoran. Tapi, hasil pemeriksaan justru membuktikan es itu aman. Dua oknum itu pun minta maaf dan kena sanksi.
Gara-gara kejadian itu, Jajat sapaan akrabnya banjir simpati. Bantuan pun mengalir, termasuk dari Dedi Mulyadi.
Namun begitu, di balik itu, ada kebohongan yang ia simpan.
Di hadapan sang Gubernur, Jajat mengaku hanya tinggal ngontrak. Ia bahkan bercerita pilu soal warisan.
Kata dia, orang tuanya beli rumah lagi di Bogor, lalu dijual adiknya. Alhasil, ia terpaksa ngontrak di Citayam dengan bayaran Rp 850 ribu sebulan bersama keluarga.
Artikel Terkait
Di Tengah Banjir, Tardi Tetap Setia dengan Joran
Kobra Numpang Paket Karpet, Remaja Sukoharjo Terkapar di ICU
Bali Perketat Pengawasan Penumpang India Usai KLB Virus Nipah Dikeluarkan
Bocah di Cisarua: Berdiri Menunggu Teman yang Tertimbun Longsor