Tapi, menurut sejumlah saksi di lapangan, ceritanya melenceng jauh.
Ketua RW setempat membenarkan, Suderajat sudah hampir dua puluh tahun menempati rumah sendiri di Rawapanjang, Bogor. Bukan kontrakan. Rumah itu pemberian orang tuanya, meski kondisinya memang kurang layak dan sedang dapat bantuan perbaikan.
Mendengar penjelasan ini, Dedi Mulyadi langsung kesal. Rasanya, ia telah dibodohi.
Si Ketua RW pun menegaskan, tanah dan rumah itu memang warisan. Padahal, sebelumnya Jajat mengaku cuma dapat Rp 200 ribu dari penjualan rumah orang tuanya.
Dedi pun mengingatkan. Masalahnya bukan sekadar bohong padanya, tapi juga pada orang tua yang sudah memberinya tempat tinggal.
Jelas sekali. Di balik narasi pilu yang sempat menyentuh banyak hati, ternyata ada fakta yang sengaja dipelintir. Dan Gubernur Dedi Mulyadi yang jadi salah satu korbannya.
Artikel Terkait
Kapolda DIY Copot Kapolresta Sleman Usai Kasus Hogi Minaya Mengguncang Kepercayaan Publik
Mahasiswa Papua Tewas Tertabrak Truk LPG Saat Manuver di Jalan Solo-Semarang
Pemerintah Pacu Rehabilitasi Sekolah di Aceh, Target Rampung 2026
Guru Besar Unair Sorot Runtuhnya Kepercayaan Akademis, Desak Jokowi Buka Ijazah