Kepala Daerah Ditantang Berani Berinovasi untuk Dongkrak Ekonomi
Kreativitas dan nyali para kepala daerah dalam mengelola potensi wilayahnya disebut-sebut sebagai kunci utama. Tanpa itu, sulit mengharapkan pertumbuhan ekonomi daerah yang benar-benar berkualitas dan bisa bertahan lama. Demikian ditegaskan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah talk show bertajuk “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas” di IDN HQ, Jakarta, Rabu lalu. Acara itu mengusung semangat awal tahun 2026.
Bagi Tito, tolok ukur suksesnya pembangunan di daerah sebenarnya cukup jelas: kemandirian fiskal. Daerah yang punya kekuatan keuangan sendiri dinilainya jauh lebih lincah. Mereka bisa menjalankan program-program pembangunan dengan lebih cepat, tanpa selalu menengok ke pusat.
Menurutnya, inti dari kemandirian fiskal ini terletak pada Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Itu harus ditopang oleh aktivitas ekonomi dan dunia usaha yang sehat dan bergairah. Memang, transfer dari pemerintah pusat tetap penting, tapi ketergantungan harus dikurangi perlahan-lahan.
Ia pun memberi beberapa contoh. Kabupaten Badung di Bali, misalnya. Mayoritas APBD-nya bisa ditutup dari sektor pariwisata, lewat pajak hotel dan restoran. Lain lagi dengan daerah seperti Timika atau Bojonegoro. Mereka mendapatkan pemasukan signifikan dari pengelolaan sumber daya alam yang dijalankan dengan baik.
Artikel Terkait
Jenazah Pendaki Muda Terkatung di Lereng Slamet, Cuaca Buruk Tunda Evakuasi
Telepon dari Tengah Ombak Selamatkan Dua Nelayan Kolaka Utara
Guru SMK Jambi Bawa Celurit Usai Dikeroyok Murid di Kelas
Randu Alas Raksasa di Magelang: Dipertahankan atau Ditebang demi Keselamatan?