Polisi akhirnya mulai mengidentifikasi orang-orang yang diduga menyiram air keras kepada Andrie Yunus, aktivis KontraS itu. Yang menarik, dari analisa digital, pelaku disebut punya sikap yang sangat tenang selama menjalankan aksinya.
Kombes Iman Imanuddin, Dirkrimum Polda Metro Jaya, menjelaskan hal ini dalam konferensi pers di Jakarta, Senin lalu. Menurutnya, ketenangan itu terlihat jelas dalam pergerakan mereka.
"Kami sudah telusuri secara digital selama beberapa hari. Dari perjalanan mereka, terlihat sekali ada ketenangan. Bisa dibilang, mereka ini terlatih," ujar Iman.
Ketenangan itu, lanjutnya, tampak sejak awal perjalanan. Bahkan saat berpindah dari satu titik ke titik lain, terutama saat mendekati lokasi kejadian, sikap mereka tetap terkendali.
Sebelum mengungkap soal sikap tenang pelaku, polisi sebenarnya sudah memetakan rute perjalanan para tersangka. Ini didapat dari rekaman CCTV di sejumlah lokasi. Kejadiannya sendiri berlangsung Kamis malam lalu.
"Mereka diduga sudah mengikuti korban sejak lama. Pergerakannya terekam kamera, mulai dari Jakarta Selatan. Titik kumpulnya di sekitar Stasiun Gambir, Jalan Medan Merdeka Timur," papar Kombes Iman.
Dari Gambir, pelaku kemudian menyusuri Jalan Ir H Juanda di Jakarta Pusat. Lalu, mereka bergerak menuju Jalan Medan Merdeka Barat.
"Alurnya seperti mengelilingi Monas. Dari Medan Merdeka Barat, akhirnya menuju kawasan Tugu Tani," jelasnya.
Singkatnya, polisi melihat ada pola yang terencana dan dilakukan dengan cool sekali. Mereka bergerak tanpa terburu-buru, seolah yakin aksinya tak akan ketahuan. Saat ini, penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap jaringan di balik serangan tersebut.
Artikel Terkait
Junta Myanmar Pindahkan Aung San Suu Kyi ke Tahanan Rumah Setelah Lima Tahun Ditahan
Kemenpar Dorong Ngarai Sianok Bukittinggi Jadi Warisan Global UNESCO
Maruarar Sirait Targetkan Akad Jual Rusun Subsidi Meikarta Akhir 2026
Banjir di Terowongan Sentul Capai 25 Cm, Sampah Jadi Biang Kerok