Di SMK Negeri 7 Medan, suasana Minggu (4/1) pagi terasa berbeda. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, hadir bukan hanya untuk meresmikan revitalisasi sekolah, tetapi juga untuk memberikan kabar terbaru tentang nasib pendidikan di wilayah Sumatera Utara yang baru saja dilanda musibah. Ia mengungkapkan target yang cukup optimis: kegiatan belajar mengajar diharapkan bisa kembali normal mulai 5 Januari 2025.
“Terkait musibah yang terjadi di Sumatera Utara, berdasarkan data yang kami peroleh, jumlah sekolah terdampak ada 1.215,” jelas Mu'ti di hadapan para undangan.
Ia kemudian memaparkan angka yang cukup menggembirakan. Dari total itu, sebanyak 1.157 sekolah atau sekitar 95,23 persen dipastikan siap membuka pintunya untuk siswa pada tanggal 5 Januari nanti.
Namun begitu, realita di lapangan tak sepenuhnya mulus. Pasca banjir bandang dan tanah longsor, sejumlah sekolah masih berjuang. Mu'ti mengakui, ada 29 sekolah setara dengan 2,4 persen yang masih dalam tahap pembersihan. Lumpur dan kerusakan masih harus ditangani sebelum ruang kelas bisa digunakan lagi.
“Insya Allah, pada tanggal 5 nanti, sekolah-sekolah tersebut sudah dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” ucapnya meyakinkan.
Artikel Terkait
Tahanan Muda Meninggal di Medaeng, Fisik Anjlok dan Misteri Penyakit Pernapasan
Pendidikan Bukan Cuma Angka: Saatnya Kembali ke Esensi Belajar
Prabowo Soroti 55 Juta Penerima Makan Bergizi dalam Arahan Khusus ke Kabinet
Skandal Beruntun di Pertamina: KPK Buru Bos hingga Mantan Putri Indonesia