Tragedi Listrik di Rumah Hantu Pasar Malam, Massa Murka Bakar Wahana

- Rabu, 03 Desember 2025 | 13:45 WIB
Tragedi Listrik di Rumah Hantu Pasar Malam, Massa Murka Bakar Wahana

Seorang remaja tewas di dalam wahana rumah hantu di sebuah pasar malam. Kemarahan warga yang meluas berujung pada aksi pembakaran.

Suasana riuh sebuah pasar malam di Desa Malino, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tiba-tiba berubah jadi mencekam. Aidil, remaja 14 tahun itu, ditemukan tak bernyawa di dalam wahana rumah hantu yang seharusnya jadi tempat hiburan. Kabar duka ini dengan cepat memicu amarah warga setempat.

Menurut keterangan, Aidil datang ke lokasi pada Sabtu malam, 29 November 2025. Ia lalu masuk ke wahana rumah hantu bersama beberapa temannya. Tapi di tengah kegelapan dan teriakan pengunjung lain, sesuatu yang mengerikan terjadi.

Korban tiba-tiba terjatuh. Diduga kuat, ia tersengat aliran listrik di dalam wahana itu.

"Saat di dalam wahana, korban tiba-tiba terjatuh dan diduga terkena aliran listrik," jelas Kapolsek Lambunu, Iptu Nyoman Jayus Mulyawan.

Meski langsung dilarikan ke Puskesmas Ongka Malino, nyawa Aidil tak tertolong. "Kami menerima laporan korban tidak berhasil diselamatkan oleh petugas medis," lanjutnya. Kekecewaan dan kemarahan pun mulai menyebar di antara kerumunan orang.

Tak butuh waktu lama. Emosi massa yang sudah memuncak akhirnya meledak. Mereka tak terima, sebuah tempat hiburan justru merenggut nyawa. Dalam suasana panas itu, wahana rumah hantu itu dibakar. Beberapa wahana lain juga ikut dirusak.

"Massa membakar rumah hantu dan merusak beberapa wahana lain," tambah Kapolsek.

Di sisi lain, polisi bergerak cepat. Mereka langsung memeriksa instalasi listrik di wahana tersebut. Pengelola pasar malam juga tak luput dari pemeriksaan penyidik. Tujuannya jelas: mencari tahu ada tidaknya kelalaian.

"Semua komponen listrik akan diperiksa untuk mengetahui adanya kelalaian penyedia hiburan. Kami akan pastikan apakah standar keselamatan benar-benar diterapkan," tegasnya.

Menyikapi aksi anarkis itu, polisi pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Mereka meminta warga tidak terprovokasi dan menunggu proses hukum berjalan.

"Kami meminta warga tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan polisi," tutupnya.

Kini, yang tersisa adalah duka keluarga dan pertanyaan besar tentang keselamatan di tempat-tempat hiburan serupa. Sebuah malam yang seharusnya menyenangkan, berubah menjadi tragedi yang memilukan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar