Suasana di pinggiran selatan Beirut mendadak berubah jadi mencekam. Israel melancarkan serangan ke wilayah itu, dan akibatnya sungguh tragis: ada korban jiwa berjatuhan, belum lagi yang luka-luka.
Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Lebanon, satu orang dilaporkan tewas dan 21 lainnya mengalami luka-luka. Mereka menyebut angka ini sebagai "jumlah korban awal," yang artinya bisa saja bertambah.
Di sisi lain, Israel punya pembenaran sendiri untuk aksi ini. Mereka mengklaim operasi tersebut menargetkan "kepala staf" Hizbullah. Seolah tak mau berhenti, militer Israel sebelumnya sudah mengeluarkan pernyataan tegas.
"Dan akan terus beroperasi melawan teroris Hamas di mana pun mereka beroperasi,"
Begitulah bunyi keterangan resmi mereka yang dikeluarkan pada Kamis (19/11).
Yang jadi perhatian banyak pihak, serangan ini terjadi di luar dugaan. Padahal, sudah ada gencatan senjata yang disepakati November lalu. Kesepakatan itu sebenarnya ditujukan untuk menghentikan permusuhan yang sudah berlangsung lebih dari setahun dengan Hizbullah, sekutu Hamas. Tapi nyatanya, situasi masih jauh dari kata damai.
Artikel Terkait
KPK Dalami Dugaan Pemanfaatan Safe House dalam Kasus Suap Bea Cukai
Kebakaran di Cianjur Tewaskan Tiga Orang, Nenek 64 Tahun Luka Bakar 100 Persen
Brimob Polda Metro Jaya Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Jakarta Timur
Indonesia Tegaskan Dukungan Tak Tergoyahkan bagi Palestina di Sidang Dewan HAM PBB