Ledakan 72,3%! STAA (Sumber Tani Agung Resources) Raup Rp2,97 Triliun, Apa Kunci Suksesnya?

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Ledakan 72,3%! STAA (Sumber Tani Agung Resources) Raup Rp2,97 Triliun, Apa Kunci Suksesnya?

STAA (Sumber Tani Agung Resources) Catat Pendapatan Rp2,97 Triliun Hingga Triwulan III 2025

PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) meraih kinerja keuangan yang kuat dengan pendapatan mencapai Rp2,97 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun 2025. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, yaitu 72,3 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024.

Faktor Pendongkrak Pendapatan dan Profitabilitas STAA

Pertumbuhan luar biasa ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Peningkatan harga jual produk utama seperti CPO, inti kelapa sawit (PK), dan minyak inti kelapa sawit (CPKO) memberikan kontribusi besar. Selain itu, kehadiran kilang hilirisasi, PT Sumber Tani Agung Oils & Fats (STAOF), mulai memberikan kontribusi signifikan melalui penjualan produk olahan bernilai tambah sebanyak 74.993 ton.

Strategi hilirisasi STAA terbukti berhasil memperkuat profitabilitas. Laba kotor perusahaan melonjak 62 persen (year-on-year) menjadi Rp1,02 triliun, dengan margin laba kotor yang sehat di level 34,4 persen.

Kinerja Kumulatif dan Operasional yang Solid

Secara kumulatif hingga 9M25, pendapatan STAA mencapai Rp6,56 triliun, tumbuh 48,5 persen. EBITDA juga naik 35 persen menjadi Rp2,01 triliun, yang mencerminkan efisiensi biaya dan operasional yang stabil. Laba bersih yang dibukukan adalah Rp1,35 triliun, dengan pertumbuhan 42,3 persen (YoY).

Dari sisi operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) tumbuh 3,4 persen menjadi 803.901 ton. Produksi CPO dan PK juga meningkat masing-masing 12,6 persen dan 16,5 persen. Peningkatan ini didukung oleh operasional PKS ke-10 dan perluasan kapasitas pabrik kernel crushing.

Momentum Hilirisasi dan Ekspor Perdana

Momentum hilirisasi STAA semakin kuat dengan ekspor perdana 9.000 ton RBD Palm Olein melalui jetty internal di fasilitas refinery STAOF, Dumai, pada Juli 2025. Langkah ini menegaskan posisi STAA sebagai produsen kelapa sawit terintegrasi dengan kemampuan ekspor langsung.

Fokus utama perusahaan sepanjang 2025 adalah mengoptimalkan kapasitas hilir melalui operasional penuh refinery STAOF di Dumai. Hal ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi STAA dalam rantai nilai industri kelapa sawit nasional, meningkatkan diversifikasi produk, dan nilai tambah ekspor.

Dengan fondasi keuangan yang kuat dan infrastruktur terintegrasi, STAA berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi semua pemegang saham dan pemangku kepentingannya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar