Hari Raya Idulfitri di Ciracas, Jakarta Timur, tahun ini terasa sangat berbeda. Alih-alih bersuka cita, banyak warga justru harus berjibaku dengan genangan air yang membanjiri rumah mereka tepat di hari pertama Lebaran. Sungguh pemandangan yang menyedihkan.
Menurut data yang ada, sedikitnya sembilan rukun warga (RW) di kecamatan itu terendam. Penyebabnya tak lain adalah luapan Kali Cipinang yang tak mampu lagi menahan beban.
Hujan Deras dan Air yang "Awet" Menggenang
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, membeberkan kronologinya. Menurutnya, hujan dengan intensitas cukup tinggi sudah mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu sore kemarin, sekitar pukul lima sampai tujuh malam.
"Hujannya dari sore. Volume air dari hulu di kawasan Cimanggis, Depok, cukup besar, sehingga menyebabkan Kali Cipinang meluap,"
Panangaran menjelaskan, luapan kali mulai terjadi sekitar pukul setengah tujuh malam. Yang jadi masalah, genangan kali ini bertahan lebih lama dari biasanya.
"Biasanya dua jam sudah surut, tapi sampai pukul 22.00 WIB air masih belum surut, awet banget banjirnya,"
Dugaan sementara, lamanya genangan ini dipicu oleh debit air kiriman dari hulu yang terlampau besar. Kapasitas Kali Cipinang pun sudah tak memadai lagi untuk menampung semua volume air itu.
Di sisi lain, pihak kelurahan bersama unsur terkait masih terus siaga memantau perkembangan di lapangan. Fokus mereka tertuju pada wilayah-wilayah permukiman di sepanjang bantaran kali.
Panangaran juga tak lupa mengingatkan warga.
"Kami imbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi,"
Nasihat itu tentu bukan tanpa alasan. Cuaca memang masih tak menentu, dan ancaman banjir susulan masih mengintai di tengah suasana Lebaran yang seharusnya penuh keceriaan ini.
Artikel Terkait
Sahroni Usul Masa Jabatan Polri di Lembaga Sipil Maksimal Tiga Tahun
Gubernur Maluku Utara Syok Lihat Kakek 80 Tahun Punya Istri Jauh Lebih Muda
Jadwal Salat Makassar Kamis 7 Mei 2026: Subuh Pukul 04.44 Wita, Magrib Pukul 17.59 Wita
40 Rumah Sakit di Indonesia Kantongi Sertifikasi Syariah, Wamenkes Tegaskan Bersifat Inklusif