Hari Kelima Banjir Bandang Padang Panjang, Tim SAR Temukan Korban di Dua Titik

- Selasa, 02 Desember 2025 | 08:50 WIB
Hari Kelima Banjir Bandang Padang Panjang, Tim SAR Temukan Korban di Dua Titik

Hari kelima pascabanjir bandang di Padang Panjang, suasana masih berat. Tim SAR gabungan kembali menemukan jenazah korban pada Senin lalu. Penemuan terjadi di dua titik: kawasan Mega Mendung, Kabupaten Tanah Datar, dan tak jauh dari gapura batas kota Padang Panjang.

Evakuasi di Mega Mendung berlangsung sangat sulit. Jenazah terjebak di aliran Sungai Batang Anai yang deras dan lokasinya sulit dijangkau. Mau tak mau, petugas harus memakai tiga alat berat secara estafet cuma untuk menyeberangkan jenazah ke tepian. Sungguh pemandangan yang mengharukan.

Hingga laporan ini dibuat, total korban yang berhasil ditemukan di sekitar Jembatan Kembar Padang Panjang sudah mencapai 35 orang. Tiga dari jenazah itu justru ditemukan saat tim sedang membersihkan jalur dan melakukan penyisiran di area gapura batas kota.

Sementara itu, satu jenazah lain berhasil dievakuasi dari aliran Sungai Batang Anai di Mega Mendung. Semua jenazah yang berhasil dibawa ke darat langsung dipindahkan ke RSUD Padang Panjang. Di sana, tim DVI Polda Sumbar menunggu untuk memulai proses identifikasi yang rumit.

Herko Toni, koordinator lapangan Posko DVI RSUD, menjelaskan situasinya.

"Dapat kami laporkan dari Posko DVI RSUD Kota Padang Panjang bahwa data yang masuk hari ini tepat pukul 21.00 WIB, Senin 1 Desember 2025, korban yang masuk ke posko kami sebanyak lima orang," ujarnya.

Ia menambahkan, dua korban dirujuk ke RS Bhayangkara untuk identifikasi lebih lanjut. Sedangkan tiga korban lainnya disebutkan sudah teridentifikasi dan keluarganya sudah ada di lokasi.

Herko menegaskan, setiap jenazah akan diidentifikasi dengan seksama. Tujuannya jelas: agar bisa segera dikembalikan kepada keluarga yang merindukannya.

Di sisi lain, proses pencarian belum berhenti. Hari Selasa ini, operasi masih terus berjalan. Fokus utama kini adalah jurang dan area sekitar gapura lokasi yang disebut-sebut mengalami kerusakan paling parah akibat terjangan air dan material.

Sebagian tim lain menyisir sepanjang aliran Sungai Batang Anai. Upaya gabungan ini diharapkan bisa mempercepat penemuan korban yang masih dinyatakan hilang. Selain itu, upaya pembersihan juga penting untuk membuka akses jalur yang masih tertutup timbunan sisa banjir.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar