China Siap Larang Kemudi Yoke pada Mobil Listrik Mulai 2027

- Selasa, 17 Februari 2026 | 23:50 WIB
China Siap Larang Kemudi Yoke pada Mobil Listrik Mulai 2027

MURIANETWORK.COM - Pemerintah China bersiap memberlakukan larangan terhadap desain kemudi setengah roda atau model yoke, seperti yang digunakan pada beberapa mobil listrik termasuk Tesla. Kebijakan ini tertuang dalam draf standar keselamatan nasional yang baru dan dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran regulator terhadap potensi risiko cedera yang mungkin ditimbulkan oleh desain setir non-tradisional tersebut.

Standar Baru untuk Menjawab Tantangan Teknologi Kendaraan Listrik

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) telah menerbitkan draf revisi standar wajib GB 11557, yang berfokus pada perlindungan pengemudi dari cedera akibat mekanisme kemudi. Revisi ini menandai perubahan signifikan, karena secara eksplisit menghapus semua konten teknis terkait desain kemudi setengah roda. Perubahan ini tidak datang tiba-tiba; standar sebelumnya, GB 11557-2011, dinilai sudah tidak lagi memadai untuk mengevaluasi teknologi terbaru yang berkembang pesat seiring merebaknya mobil listrik.

Dalam pembaruan ini, China juga menyelaraskan regulasinya dengan standar keselamatan internasional, seperti UN R12. Salah satu poin kunci adalah pengetatan ambang batas untuk perpindahan kolom kemudi saat tabrakan dan penurunan batas gaya horizontal dalam uji modul manusia menjadi 11.110N. Yang terpenting, kini tidak ada lagi pengecualian semua model kendaraan wajib lulus uji verifikasi benturan.

Mengapa Kemudi Yoke Dianggap Bermasalah?

Inti permasalahan terletak pada metode pengujian benturan yang baru. Standar terbaru mewajibkan pengujian pada sepuluh titik spesifik di pelek kemudi, termasuk area yang dianggap paling lemah. Bagi kemudi yoke yang tidak memiliki bagian atas lingkaran, beberapa titik uji ini secara fisik tidak ada. Kondisi inilah yang membuat desain tersebut hampir mustahil untuk memenuhi persyaratan teknis yang baru.

Kekhawatiran ini didukung oleh data. Sebuah riset yang dikutip Autohome menunjukkan bahwa 46 persen cedera pada pengemudi berasal dari kontak dengan mekanisme kemudi saat terjadi kecelakaan. Setir bundar tradisional dinilai memberikan area peredaman yang lebih luas. Sebaliknya, bentuk setengah lingkaran pada yoke dikhawatirkan memungkinkan tubuh pengemudi terdorong melewati ruang kosong di bagian atas setir saat terjadi benturan sekunder, yang berpotensi meningkatkan risiko cedera serius.

Kekhawatiran Tambahan: Airbag dan Kenyamanan Berkendara

Selain uji benturan, aspek lain yang menjadi perhatian adalah kinerja airbag. Standar baru melarang keras adanya bagian komponen yang keras, seperti logam atau plastik, mengenai penumpang saat airbag mengembang. Struktur asimetris pada kemudi yoke berpotensi menciptakan pola retakan yang tidak terduga saat airbag aktif dalam waktu singkat, sehingga menyulitkan validasi konsistensi keamanannya.

Di luar persoalan teknis dan regulasi, keluhan dari pengguna nyata juga turut menjadi pertimbangan. Banyak pengemudi melaporkan kesulitan dalam manuver sehari-hari seperti parkir atau putar balik, yang membutuhkan banyak putaran setir. Mengemudi dengan satu tangan juga dinilai lebih sulit, dan ada risiko tidak sengaja menyentuh layar sentuh pada dasbor saat memutar kemudi.

"Banyak pengguna melaporkan kesulitan mengemudi satu tangan serta risiko menyentuh layar dasbor secara tidak sengaja saat bermanuver," ungkap laporan tersebut, yang menggambarkan kendala ergonomis yang dirasakan di lapangan.

Masa Depan dan Masa Transisi

Dengan berlakunya aturan ini mulai 2027, semua model kendaraan baru yang mengajukan persetujuan tipe di China wajib mematuhinya. Sementara untuk model yang sudah beredar di pasaran, diperkirakan akan diberikan masa transisi sekitar 13 bulan untuk menyesuaikan desain kemudinya. Keputusan ini merefleksikan pendekatan regulator yang lebih berhati-hati, menempatkan aspek keselamatan fisik pengemudi di atas tren desain yang mungkin mengorbankan proteksi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar