Bagi Zulfikar, motor listrik bukan sekadar tren. Itu adalah alat kerja yang menopang hidupnya. Sebagai driver ojek daring, ia menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan Jakarta. Dan selama dua tahun terakhir, Polytron Fox R listriknya menjadi andalan untuk menempuh ratusan kilometer setiap harinya.
“Paling jauh hampir 200 kilometer sehari. Rata-rata memang di kisaran itu,” ujarnya.
Angka itu bukan main-main. Tapi Zulfikar bilang, dia tak pernah merasa keteteran soal daya. Pengisian baterai biasanya dilakukan dua kali sehari, dan itu justru jadi momen istirahat yang pas. Sambil ngecas, dia bisa makan atau sekadar meregangkan badan. Jadi, waktunya tidak terbuang percuma.
Nah, kalau bicara soal biaya, di sinilah perbedaannya benar-benar terasa. Zulfikar punya perbandingan yang jelas dengan pengalamannya pakai motor bensin sebelumnya.
“Kalau pakai motor bensin, per hari saya bisa keluar bensin sekitar Rp 60 ribu. Pakai motor listrik paling cuma Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu,” katanya.
Penghematannya signifikan, bukan cuma di situ. Ia juga menekankan soal perawatan. Motor bensin butuh perhatian rutin: ganti oli, servis berkala, dan sebagainya. Sementara motor listriknya jauh lebih sederhana. “Kecuali ada kendala teknis saja,” jelasnya. Minim perawatan berarti lebih hemat lagi.
Artikel Terkait
Hyundai Creta Alpha Meluncur, Tampil Garang dengan Sentuhan Hitam Dominan
Pasar Otomotif Indonesia 2026: Gelombang Baru Merek Premium dan Listrik Siap Serbu
Geliat Otomotif 2026: Gelombang Mobil Listrik dan Hybrid Siap Serbu Pasar Indonesia
Geely Pacu Ambisi, Targetkan Jual 3,45 Juta Unit di 2026 Usai Cetak Rekor