Set ketiga ternyata lebih ketat di awal. Garuda Jaya bermain ngotot, menyamakan kedudukan 5-5. Tapi LavAni cepat beradaptasi, langsung balik unggul 7-5.
Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengambil dua kali time out beruntun. Strateginya sempat bekerja; skor kembali imbang 9-9. Pertarungan sengit terjadi di net.
Sayangnya, momentum itu tidak bertahan lama. LavAni kembali mengambil alih. Servis tajam dan serangan kilat Hendra Kurniawan membawa mereka unggul 15-10. Poin-poin berikutnya seolah mengalir, diperparah oleh kesalahan servis Dawuda di momen krusial. LavAni pun menutup pertandingan dengan 25-18.
Kemenangan ini jelas jadi modal berharga bagi LavAni untuk pertarungan selanjutnya di Final Four. Mereka tampil solid dan percaya diri.
Sementara bagi Garuda Jaya, kekalahan ini tetap meninggalkan secercah harapan. Sebagai tim muda, perkembangan mereka sepanjang laga patut diacungi jempol. Mereka bertarung, dan itu yang penting.
Artikel Terkait
Genoa Menang Dramatis 2-1 Atas Sassuolo dalam Laga Penuh Insiden
Pelatih Persebaya Kagumi Atmosfer SUGBK Meski Timnya Dibantai Persija
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala AFF 2026, Hadapi Thailand
Persebaya Tumbang 0-3 dari Persija, Rachmat Irianto Akui Performa Tim Tak Memuaskan