Jadi, raja bulu tangkis Guatemala itu ternyata hasil didikan kita.
Namun begitu, momentum kejutan itu sepertinya sulit dipertahankan. Setelah Olimpiade 2020, pamor Cordon perlahan memudar. Ia lebih sering muncul di turnamen regional Amerika Selatan, meski sempat meraih beberapa gelar juara hingga tahun 2025. Penampilan gemilang di Tokyo seakan menjadi puncak sekaligus kenangan.
Di sisi lain, perjalanan Kevin Cordon tetap layak diapresiasi. Dari negara yang bukan raksasa olahraga, ia membuktikan bahwa dengan bimbingan yang tepat dalam hal ini dari pelatih Indonesia kejutan selalu mungkin terjadi. Kisahnya, meski singkat di panggung utama, sungguh menginspirasi.
Artikel Terkait
Melandri: Marquez Tetap Favorit Juara MotoGP 2026 Meski Start Terseok
Juventus Incar Manuel Ugarte, Syaratnya Lolos Liga Champions
Oscar Haro Puji Mental Marc Marquez di Tengah Awal Musim yang Berat
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Pembuka Piala AFF 2026