Eko Septianto Rasyim
PANGKALPINANG Jalanan di wilayah hukum Polresta Pangkalpinang masih menyimpan catatan kelam. Angka kecelakaan lalu lintas di sini terpantau tinggi, dan polisi punya analisisnya: sebagian besar insiden nahas itu bersumber dari kesalahan manusia belaka.
Rupanya, banyak pengemudi yang memaksakan diri. Mereka berkendara dalam keadaan lelah, konsentrasi buyar, sehingga gagal mengambil langkah antisipasi saat situasi darurat muncul. Begitulah gambaran yang diungkapkan Aiptu Agung Dwiyanto dari Sat Lantas Polresta setempat.
“Intinya, kecelakaan terjadi karena kelalaian pengemudi. Mereka tidak bisa mengendalikan kendaraan dengan baik,” ujar Agung, Selasa (7/4/2026), saat membeberkan hasil evaluasi.
Data triwulan pertama tahun ini cukup mencengangkan. Tercatat 39 kasus kecelakaan lalu lintas. Angkanya mungkin tak terlihat fantastis, tapi dampaknya sungguh memilukan.
Tujuh nyawa melayang. Sebelas orang luka berat, dan tiga puluh satu lainnya mengalami cedera ringan. Belum lagi kerugian materinya, yang menurut hitungan kepolisian sudah menembus angka Rp135,7 juta.
Di sisi lain, operasi pengamanan arus mudik Lebaran, Operasi Ketupat Menumbing 2026, juga tak luput dari insiden. Ada empat kasus kecelakaan yang tercatat. Meski tak ada korban jiwa, kerugian harta benda yang ditimbulkan mencapai Rp77,5 juta.
Melihat rentetan data itu, imbauan dari kepolisian terdengar semakin mendesak. Mereka mengingatkan semua pengguna jalan untuk lebih waspada. Patuhi rambu, utamakan keselamatan, dan yang paling sederhana: berhentilah jika kantuk atau lelah mulai menyerang. Nyawa taruhannya.
Editor: Redaksi
Artikel Terkait
Gunung Bromo Ditutup Total 30 Mei–2 Juni 2026 untuk Ritual Yadnya Kasada
Malaysia Akan Bawa Israel ke Mahkamah Internasional atas Dugaan Penculikan dan Penyiksaan Aktivis Flotila Gaza
KPK Periksa Tiga Pegawai Bea Cukai Semarang Usai Sita Kontainer di Pelabuhan Tanjung Emas
PLN Ungkap Power Swing Akibat Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Padamnya Listrik di Sumatera