Pabrik Pengolahan Sampah Plastik dan Elektronik Senilai USD 200 Juta Akan Dibangun di KEK Batang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut baik rencana pembangunan pabrik pengolahan sampah limbah plastik dan limbah elektronik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Nilai investasi proyek ini mencapai USD 200 juta atau setara dengan triliunan rupiah.
Kerja sama antara PT Green Java Solution asal Malaysia dan PT Maju Selaras Sejahtera dari Indonesia telah ditandatangani dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno. Pabrik yang akan menempati lahan seluas 80 hektare ini ditargetkan mulai dibangun pada Desember 2025.
Target Operasional dan Serapan Tenaga Kerja
Director PT Green Java Solution, Nicholas, mengungkapkan bahwa target operasional komersial pabrik pengolahan sampah ini adalah pada Juni 2026. Keberadaan industri ini diperkirakan mampu menyerap hingga 3.500 tenaga kerja, memberikan dampak signifikan bagi penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah.
Kapasitas Pengolahan dan Dukungan Pemerintah
Perusahaan menargetkan kapasitas pengolahan limbah plastik dan elektronik hingga 100 juta ton per tahun. Untuk mewujudkan target ambisius ini, pihak perusahaan berharap mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Kehadiran investasi ini tidak lepas dari dibukanya rute penerbangan langsung Kuala Lumpur-Semarang dan rencana pembukaan rute Semarang-Singapura. Hal ini memudahkan arus investasi dan perdagangan, sekaligus mendukung sektor pariwisata di Jawa Tengah.
Dampak bagi Ekonomi dan Lingkungan Jawa Tengah
Keberadaan pabrik pengolahan sampah modern ini diharapkan mampu:
- Menjaga kelestarian lingkungan dengan pengelolaan limbah yang tepat.
- Menopang pertumbuhan ekonomi regional.
- Membuka lapangan pekerjaan yang luas.
- Memancing minat investor lain untuk menanamkan modal di Jawa Tengah.
- Berkontribusi pada tujuan ekonomi sirkular dan dekarbonisasi nasional.
Kemitraan strategis jangka panjang ini bertujuan memposisikan KEK Batang sebagai pusat keunggulan teknologi lingkungan dan infrastruktur hijau, yang selaras dengan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
Artikel Terkait
BGN Siapkan Empat Skema Penyesuaian Makan Bergizi Gratis Selama Ramadan
Pemprov DKI Gelar Kerja Bakti Massal Gerakan Jaga Jakarta Bersih Serentak
Ivar Jenner Ungkap Kesan Positif Usai Gabung Dewa United
Dokumen Epstein Picu Serangan Netanyahu ke Rival Politik Ehud Barak