"Motor ini memang dalam kondisi kritis, tapi begitu juga dengan saya. Saya sedang berjuang keras. Motor adalah satu poin masalah, tapi kondisi saya adalah poin masalah lainnya," ujarnya.
Dilempar Kejar-kejaran oleh Aprilia
Fakta pahitnya, ini pertama kalinya sejak 2024 Marquez gagal naik podium balapan utama dalam tiga seri pembuka berturut-turut. Ironisnya, ia sebenarnya masih sanggup menunjukkan kecepatan murni. Lihat saja di sesi kualifikasi dan balapan sprint; kemenangan di Brasil dan pace kuat di Thailand membuktikannya.
Tapi balapan hari Minggu selalu jadi cerita lain. Di Thailand, masalah teknis pada ban menggagalkan peluangnya. Sementara di Brasil dan Amerika, ia harus puas di posisi empat, kalah duel dari Fabio Di Giannantonio dan harus menelan penalti Long Lap.
Yang makin memanas adalah persaingan dengan Aprilia. Rival dari Noale itu sedang on-fire. Bahkan Francesco Bagnaia, rekan setim Marquez di Ducati, mengakui kalau Aprilia saat ini terlihat beberapa langkah lebih depan.
Nah, jeda panjang di bulan April ini jadi waktu yang krusial buat Marquez. Ini kesempatan terakhirnya untuk benar-benar memulihkan bahu yang masih ngilu. Dengan GP Qatar yang molor, semua mata akan tertuju ke Jerez akhir bulan nanti. Itu saatnya pembuktian, atau justru kecemasan yang kian menjadi.
Artikel Terkait
Dovizioso Soroti Performa Marquez: Cedera Lama Diduga Jadi Hambatan di MotoGP 2026
Gattuso Mundur, FIGC Berguncang Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
Pelatih Dewa United Ingatkan Ivar Jenner: Panggilan Timnas Bukan Akhir Segalanya
Thom Haye: Persib Siap Bertempur Mati-matian untuk Pertahankan Puncak Klasemen di Padang